Imigran Sri Lanka Dilarang Tinggal di Wisma

Kompas.com - 10/11/2009, 17:52 WIB

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Sebanyak 78 imigran Sri Lanka tidak diizinkan tinggal di wisma ataupun di perumahan yang berada di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Hal itu dikemukakan oleh Direktur Keamanan Diplomatik Departemen Luar Negeri Indonesia Sujatmiko, Selasa (10/11). "Imigran Sri Lanka hanya dibenarkan ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kepulauan Riau jika ingin tinggal di Indonesia," ujar Sujatmiko.

Sujatmiko mengemukakan, informasi terakhir yang diterima Departemen Luar Negeri dari Pemerintah Australia bahwa 78 imigran Sri Lanka ingin tinggal di Indonesia asalkan tidak ditahan di Rudenim Kepulauan Riau di Kota Tanjung Pinang.

Pemerintah Indonesia, kata dia, telah menegaskan bahwa imigran Sri Lanka yang sekitar dua pekan lalu berada di atas kapal Oceanic Viking di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan, hanya dibenarkan tinggal di Rudenim Kepulauan Riau. "Keinginan imigran gelap untuk tinggal di wisma ataupun perumahan kami tolak, kecuali ada putusan terbaru dari Departemen Luar Negeri Indonesia," katanya.

Sujatmiko mengatakan, kapal Oceanic Viking harus meninggalkan perairan Indonesia pada Jumat (13/11) pekan ini, setelah mendapatkan izin perpanjangan lego jangkar di perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Bintan.

Izin lego jangkar kapal Oceanic Viking diperpanjang oleh Mabes TNI dan Departemen Luar Negeri Indonesia. "Izin lego jangkar pertama yang diberikan berakhir pada 6 November 2009, kemudian diperpanjang hingga 13 November 2009," katanya.

Jika imigran Sri Lanka bersedia tinggal di Rudenim Kepulauan Riau maka Satgas Penanganan Imigran Gelap Departemen Luar Negeri Indonesia akan memeriksa kondisi mereka sebelum diturunkan dari atas kapal Oceanic Viking. "Tidak bisa langsung diturunkan. Kami harus memeriksanya terlebih dahulu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau