JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penyerapan stimulus fiskal yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp 73,3 triliun terbilang lambat. Hingga akhir Oktober 2009, penyerapan stimulus fiskal baru mencapai 40,5 persen atau sekitar Rp 37,3 triliun dari total pagu anggaran. Padahal, tahun 2009 akan habis kurang dari dua bulan lagi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci penyerapan anggaran stimulus untuk pemberian insentif pajak baru mencapai 44,9 persen atau sekitar Rp 32,9 triliun. Adapun untuk stimulus infrastruktur penyerapannya baru mencapai 36,2 persen atau sekitar Rp 4,42 triliun. "Realisasi penyerapan stimulus fiskal intuk insentif pajak hingga akhir Oktober 2009 mencapai 44,9 persen. Yang stimulus infrastruktur mencapai 36,2 persen," kata Menkeu, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (10/11).
Menkeu menjelaskan, insentif pajak yang dialokasikan untuk penghematan pembayaran pajak mencapai 47,8 persen atau sebesar Rp 20,5 triliun. Adapun realisasi penyerapan stimulus subsidi pajak bea masuk ditanggung pemerintah kepada dunia usaha sebesar 28,4 persen atau mencapai Rp 3,8 triliun. Dan untuk penyerapan stimulus fiskal yang dialokasikan dalam pemberian subsidi non pajak pada dunia usaha mencapai 50,4 persen atau sebesar Rp 4,4 triliun
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang