Mourinho Punya Mata-mata

Kompas.com - 11/11/2009, 07:45 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, dengan pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, semakin menenggelamkan diri dalam konflik. Kali ini, Ranieri yang mencoba menggugah emosi Mourinho dengan menuding bahwa Mourinho memiliki mata-mata untuk memuaskan nafsunya bergosip.

Mourinho memang terkenal dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversial. Dia tidak segan untuk mengeluarkan pernyataan pedas terhadap orang-orang yang "mengusiknya". Pada musim ini saja, Muorinho telah terlibat perang mulut dengan pelatih timnas Italia, Marcello Lippi, dan arsitek Juventus, Ciro Ferrara.

Kali ini, gara-gara mulutnya Mourinho kembali bersitegang dengan Claudio Ranieri. Asal-muasal perseteruan kedua pelatih terjadi setelah duel antara Inter Milan kontra AS Roma yang berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan Serie-A, Minggu atau Senin (8/11) dini hari WIB. Ternyata hasil imbang ini sangat mengecewakan bagi Mourinho. Dia pun langsung mengkritik timnya, AS Roma, dan wasit.

Mourinho menilai Roma melakukan sepak bola negatif pada duel tersebut. Selain itu, pelatih asal Portugal tersebut menyerang Ranieri dengan mengatakannya cengeng karena terus mengeluh.

Kontan pernyataan tersebut membuat Ranieri naik pitam. Dia menuding Mourinho memiliki mata-mata yang membuatnya selalu siap melakukan konfrontasi saat wawancara.

"Mourinho selalu mengirim seseorang untuk mendengarkan kata-kata orang lain, lalu melaporkannya kembali kepadanya sehingga dia selalu siap saat diwawancarai," ungkap Ranieri.

"Dia lebih baik diam ketimbang bicara sesuatu. Di akhir laga saya tak ingin berbicara apa-apa, tapi saat mendengar dia menuduhku cengeng dan bilang wasit juga terlalu cerewet mengenai sejumlah pelanggaran, saya tak bisa diam saja," imbuhnya. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau