BTN Optimistis Pertumbuhan Kredit 25 Persen Bakal Tercapai

Kompas.com - 11/11/2009, 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Bank BTN Iqbal Lantaro yakin target pertumbuhan kredit 2009 bank yang dipimpinnya sebesar 25 persen akan tercapai.

"Saya yakin target 25 persen pertumbuhan kredit tahun ini dapat tercapai," kata Iqbal seusai acara pencatatan Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) di Jakarta, Rabu (11/11).

Dia mengatakan bahwa pertumbuhan kredit hingga saat ini sebesar 17 persen. Target tahun ini yang sebesar 25 persen bakal tercapai karena tren pembelian rumah di akhir tahun cenderung meningkat.

Iqbal mengungkapkan bahwa saat ini kredit baru yang tersalurkan mencapai Rp 12 triliun dan target akhir tahun sebesar Rp 16 triliun. Sedangkan outstanding kredit saat ini mencapai Rp 38 triliun. "Target kami Rp 16 triliun, saat ini sudah Rp 12 triliun dan saya yakin akan tercapai," katanya.

Dari total kredit yang disalurkan tersebut, sebut Iqbal, 95 persen merupakan kredit perumahan dan industri perumahan, sedangkan sisanya 5 persen kredit sektor lain.

Keyakinan direktur utama BTN ini karena kondisi perekonomian yang mulai membaik dan akan berimbas pada meningkatnya sektor perumahan.

Selain itu, lanjutnya, mulai turunnya suku bunga kredit juga menjadi daya tarik masyarakat untuk mengajukan kredit kepemilikan rumah (KPR). "Tahun ini kami sudah menurunkan bunga kredit lima kali dari 15 persen saat ini sudah berada di 12,5 persen," ungkapnya.

Iqbal juga mengatakan bahwa penurunan bunga kredit masih mungkin terjadi. "Masih kami kaji ruang untuk penurunan kembali bunga kredit," tambahnya.

Menurut dia, penurunan suku bunga kredit ini mengikuti turunnya suku bunga dana setelah BI rate sebesar 6,5 persen dan kesepatan 14 bank maksimal bunga deposito 8 persen. "Dengan turunnya bunga dana maka ’cost of fund’ jadi turun, sehingga kinerja perseroan juga membaik," jelasnya.

Untuk tahun depan, menurut Iqbal, BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen karena didorong oleh perekonomian yang cukup baik. "Target tahun depan 20 persen sama dengan industri," kata Iqbal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau