JAKARTA, KOMPAS.com — DPR perlu meminta keterangan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri terkait keterangan mantan Kapolres Jakarta Selatan Wiliardi Wizar pada sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Selasa (10/11) di PN Jaksel.
"DPR harus melakukan klarifikasi atas keterangan Wiliardi. Jika benar, ini memperkuat upaya pelemahan KPK," kata pengamat politik Sukardi Rinakit kepada Kompas.com, Rabu siang.
Selain itu, Sukardi menambahkan, masyarakat sipil pun dapat melakukan tekanan kepada lembaga penegak hukum agar mengungkap kebenaran sejati dari permasalahan ini.
Secara terpisah, pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, mengimbau agar polisi tidak memasuki ranah kasus perdata. Selama ini, polisi kerap bermain-main dalam kasus yang sumir antara pidana dan perdata. Hal ini misalnya terjadi ketika polisi mengirim surat kepada Bank Century agar mencairkan deposito deposan tertentu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang