Pengusaha AS Lirik Investasi Jalan Tol dan KA

Kompas.com - 11/11/2009, 15:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan iklim ekonomi dan investasi yang semakin baik, pengusaha AS berniat meningkatkan dan mengembangkan investasinya di Indonesia. Investasi yang dilirik yang dinilai bisa langsung mendorong penyerapan tenaga kerja di Indonesia adalah pembangunan infrastruktur jalan tol dan kereta api (KA).

Hal itu disampaikan Ketua Kadin AS, Robert S Milligan, saat menjelaskan hasil pertemuannya dengan Wakil Presiden Boediono.

"Investasi di Indonesia semakin terbuka sehingga peluang itu semakin besar. Ada investasi langsung dan investasi tidak langsung. Namun, bagi Indonesia, investasi paling besar yang dibutuhkan adalah investasi langsung yang bisa menyerap tenaga kerja. Karena itu, kami berminat di bidang infrastruktur," katanya.

Menurut Milligan, bidang yang diminati oleh investor AS, di antaranya infrastruktur jalan tol dan kereta api. Namun, Milligan belum menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan oleh para investor AS tersebut.

Dalam catatan Kompas, jika pengusaha AS jadi mengembangkan invetsasinya di jalan tol dan kereta api, hal itu merupakan investasi yang pertama kalinya dilakukan oleh pengusaha AS. Sejauh ini investasi AS lebih banyak bergerak di bidang energi.

Ketua Kadin Komite AS (Kikas) Pieter F Gontha menyatakan, minat investor AS ke Indonesia sekarang sangat besar karena Indonesia menjanjikan bagi kemajuan investasi.

"Sepuluh tahun lalu, ekonomi Indonesia surut. Bahkan, nyaris tidak tercatat dalam peta perekonomian dunia. Tapi sekarang Indonesia sudah bangkit dan memberikan peluang-peluang besar bagi invetasi baru," kata Pieter.

Dari informasi yang diterima Kompas, pengusaha AS pun sebenarnya juga berminat untuk kembali masuk mengelola Blok Natuna yang pernah dikuasai Exxon Mobil yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Pertamina.

Namun, saat masalah itu akan dimintakan konfirmasi oleh Kompas, Pieter Gontha segera mengakhiri keterangan pers tersebut dengan alasan tamu-tamunya dari AS itu akan segera makan siang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau