JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan iklim ekonomi dan investasi yang semakin baik, pengusaha AS berniat meningkatkan dan mengembangkan investasinya di Indonesia. Investasi yang dilirik yang dinilai bisa langsung mendorong penyerapan tenaga kerja di Indonesia adalah pembangunan infrastruktur jalan tol dan kereta api (KA).
Hal itu disampaikan Ketua Kadin AS, Robert S Milligan, saat menjelaskan hasil pertemuannya dengan Wakil Presiden Boediono.
"Investasi di Indonesia semakin terbuka sehingga peluang itu semakin besar. Ada investasi langsung dan investasi tidak langsung. Namun, bagi Indonesia, investasi paling besar yang dibutuhkan adalah investasi langsung yang bisa menyerap tenaga kerja. Karena itu, kami berminat di bidang infrastruktur," katanya.
Menurut Milligan, bidang yang diminati oleh investor AS, di antaranya infrastruktur jalan tol dan kereta api. Namun, Milligan belum menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan oleh para investor AS tersebut.
Dalam catatan Kompas, jika pengusaha AS jadi mengembangkan invetsasinya di jalan tol dan kereta api, hal itu merupakan investasi yang pertama kalinya dilakukan oleh pengusaha AS. Sejauh ini investasi AS lebih banyak bergerak di bidang energi.
Ketua Kadin Komite AS (Kikas) Pieter F Gontha menyatakan, minat investor AS ke Indonesia sekarang sangat besar karena Indonesia menjanjikan bagi kemajuan investasi.
"Sepuluh tahun lalu, ekonomi Indonesia surut. Bahkan, nyaris tidak tercatat dalam peta perekonomian dunia. Tapi sekarang Indonesia sudah bangkit dan memberikan peluang-peluang besar bagi invetasi baru," kata Pieter.
Dari informasi yang diterima Kompas, pengusaha AS pun sebenarnya juga berminat untuk kembali masuk mengelola Blok Natuna yang pernah dikuasai Exxon Mobil yang kini sepenuhnya dikuasai oleh Pertamina.
Namun, saat masalah itu akan dimintakan konfirmasi oleh Kompas, Pieter Gontha segera mengakhiri keterangan pers tersebut dengan alasan tamu-tamunya dari AS itu akan segera makan siang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang