Pertahankan Habitat Alami Orangutan di Hutan Kalimantan

Kompas.com - 11/11/2009, 17:59 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com - Habitat terbaik orangutan (Pongo pygmaeus morio) Kalimantan Timur ialah hutan tropis alami yang dipenuhi tumbuhan pakan yang kaya buah dan daun. Orangutan pemakan kulit pohon dan daun akasia di areal PT Surya Hutani Jaya di Kaltim itu diyakini tidak hidup lama karena terpaksa akibat habitat alami telah rusak sehingga tumbuhan pakan langka.

Konsultan dan peneliti pada Orangutan Conservation Service Program Erik Meijaard mengatakan itu saat dihubungi dari Kota Samarinda, Rabu (11/11). Erik yang sedang berada di Puncak, Bogor, Jawa Barat saat dihubungi selama ini aktif meneliti orangutan Kaltim sejak 1992.

Erik mengatakan, dalam setahun, orangutan mengonsumsi lebih dari 100 jenis tumbuhan pakan agar bisa hidup lama. Banyak jenis buah dan daun dikonsumsi orangutan ibarat makanan manusia harus bergizi seimbang guna mendapat harapan hidup lama.

"Hutan tanaman industri tidak baik sebagai habitat orangutan. Yang terbaik ialah mempertahankan hutan alami yang masih ada dalam areal perusahaan untuk habitat orangutan," kata Erik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau