SAMARINDA, KOMPAS.com- Sebanyak 36.382 petani kelapa sawit di Kalimantan Timur belum bisa mengikuti program revitalisasi perkebunan. Sebab yang dominan adalah lahan-lahan petani belum bersertifikat hak milik, sehingga tidak bisa dijadikan agunan untuk mendapat kredit.
Kepala Bidang Bina Usaha Tani Dinas Perkebunan Kaltim Etnawati mengemukakan itu di Samarinda, Rabu (11/10).
Etnawati memaparkan, revitalisasi kelapa sawit di Kaltim direncanakan berlangsung sejak 2008 sampai 2010. Namun, pemerintah Provinsi Kaltim mengusulkan program diperpanjang hingga 2013.
Untuk dua tahun ini, program ditargetkan menjangkau 56.216 petani dengan lahan 112.433 hektar. Artinya, setiap petani memiliki lahan 2 hektar. Namun, program itu baru menjangkau 34 persen atau 19.374 petani dengan lahan 38.748 hektar.
"Penyebab yang dominan ialah lahan-lahan petani tidak bisa diagunkan untuk kredit karena belum bersertifikat," kata Etnawati. Sebab lainnya, petani menolak ikut program karena ingin menanam komoditas bukan kelapa sawit melainkan sayur-sayuran atau buah-buahan.
Revitalisasi, lanjut Etnawati, mengandalkan perusahaan membuatkan dan merawat kebun petani sampai tanaman siap produksi pada umur empat tahun. Biaya selama itu diberikan dengan sistem kredit dari bank-bank yang telah ditunjuk pemerintah, misalnya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan yang terbaru ialah Bank Kaltim.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit menjalankan program ini karena diwajibkan pemerintah menyediakan 20 persen areal konsesinya untuk rakyat. Areal perusahaan disebut inti sedangkan untuk dikelola rakyat atau petani di sekitar perusahaan disebut plasma.
Dana kredit besarnya Rp 39 juta dengan bunga saat ini 7 persen setahun. Kredit menjadi utang petani yang dicicil pelunasannya oleh perusahaan. Caranya, perusahaan memotong hasil panen kebun p etani yang dijual ke pabrik. "Petani cuma duduk enak," kata Etnawati.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang