Puluhan Ribu Petani Sawit Belum Direvitalisasi

Kompas.com - 11/11/2009, 18:00 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com- Sebanyak 36.382 petani kelapa sawit di Kalimantan Timur belum bisa mengikuti program revitalisasi perkebunan. Sebab yang dominan adalah lahan-lahan petani belum bersertifikat hak milik, sehingga tidak bisa dijadikan agunan untuk mendapat kredit.

Kepala Bidang Bina Usaha Tani Dinas Perkebunan Kaltim Etnawati mengemukakan itu di Samarinda, Rabu (11/10).

Etnawati memaparkan, revitalisasi kelapa sawit di Kaltim direncanakan berlangsung sejak 2008 sampai 2010. Namun, pemerintah Provinsi Kaltim mengusulkan program diperpanjang hingga 2013.

Untuk dua tahun ini, program ditargetkan menjangkau 56.216 petani dengan lahan 112.433 hektar. Artinya, setiap petani memiliki lahan 2 hektar. Namun, program itu baru menjangkau 34 persen atau 19.374 petani dengan lahan 38.748 hektar.

"Penyebab yang dominan ialah lahan-lahan petani tidak bisa diagunkan untuk kredit karena belum bersertifikat," kata Etnawati. Sebab lainnya, petani menolak ikut program karena ingin menanam komoditas bukan kelapa sawit melainkan sayur-sayuran atau buah-buahan.

Revitalisasi, lanjut Etnawati, mengandalkan perusahaan membuatkan dan merawat kebun petani sampai tanaman siap produksi pada umur empat tahun. Biaya selama itu diberikan dengan sistem kredit dari bank-bank yang telah ditunjuk pemerintah, misalnya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan yang terbaru ialah Bank Kaltim.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit menjalankan program ini karena diwajibkan pemerintah menyediakan 20 persen areal konsesinya untuk rakyat. Areal perusahaan disebut inti sedangkan untuk dikelola rakyat atau petani di sekitar perusahaan disebut plasma.

Dana kredit besarnya Rp 39 juta dengan bunga saat ini 7 persen setahun. Kredit menjadi utang petani yang dicicil pelunasannya oleh perusahaan. Caranya, perusahaan memotong hasil panen kebun p etani yang dijual ke pabrik. "Petani cuma duduk enak," kata Etnawati.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau