MALANG, KOMPAS.com - Para perajin keramik Dinoyo di Malang, Jawa Timur membuat prototipe keramik penyaring air. Dengan keramik berpori-pori kecil ini, maka air sumur atau air sumber aman untuk langsung diminum tanpa direbus sebab kadar bakteri E. coli-nya dinyatakan nol.
Keramik penyaring air ini berbentuk ember keramik sederhana berdiameter lebih kurang 30 centimeter (cm) dan tinggi 30 cm. Batas kecepatan penyaringan antara 1,5 liter sampai 2,5 liter per jam.
Saringan keramik ini bisa digunakan selama 1,5 tahun dan harus menggantinya setelah masa pakainya habis. Masa pakai habis karena dimungkinkan keramik pecah atau pori-pori tersumbat akibat air yang disaring cukup kotor.
Air yang bisa disaring adalah air sumur, air PDAM, air sumber, dan juga tengah diteliti kebersihannya jika menyaring air sungai.
"Temuan ini masih terus diuji coba dan belum dibuat massal. Sebab membentuk keramik yang benar-benar bisa menghasilkan air yang sehat langsung diminum tidak mudah. Perlu dipikirkan mengenai besar pori-pori keramik. Ini tentu terkait dengan kekentalan adonan keramik juga," tutur Juwadi, salah seorang pembuat keramik penyaring air bersih tersebut, Rabu (11/11) dalam pameran di perpustakaan Kota Malang.
Cara penyaringannya adalah dengan memasukkan air yang dites ke dalam keramik. Kemudian sedikit demi sedikit air akan meresap melewati keramik tersebut melalui pori-pori keramik. Lama peresapan antara 1,4-2 liter per jam.
Pembuatan keramik penyaring air bersih ini hasil bimbingan dari Environmental Services Program United States Agency for International Development (ESP-USAID) Malang. Pembuatan keramik penyaring air bersih ini prosesnya sudah dimulai sejak setengah tahun lalu. Hingga kini bentuk dan spesifikasi keramik terus disempurnakan.
Meytha Nurani, Health Communications Specialist ESP USAID menuturkan bahwa saringan keramik ini mampu menyaring 98-99,88 persen parasit dan bakteri yang berbahaya dari air minum. Sehingga air yang telah disaring aman untuk langsung diminum.
Hasil uji coba dari perajin keramik Dinoyo ini telah diujikan di UPT Laboratoriun Kesehatan Kota Malang. "Terlihat bahwa air sumur, sungai, mata air, dan PDAM ketika telah disaring menggunakan keramik penyaring ini sama sekali tidak mengandung bakteri E. coli penyebab diare," imbuh Meytha.
Hanya saja Meytha mengatakan perlu diuji lebih lanjut bahwa apakah keramik ini bisa menyaring kandungan nitrat dan nitrit yang berada dalam kotoran ternak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang