PALOPO, KOMPAS.com - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan agar Pemkot Palopo segera merelokasi penduduk yang bermukim di kawasan perbukitan rawan bencana ke lokasi yang lebih aman, khususnya di Kecamatan Wara Barat yang longsor dan merenggut 13 korban jiwa.
Kawasan tersebut dinilai masih berpotensi bencana susulan mengingat musibah yang sama sebelumnya juga pernah terjadi tahun 1987. "Segera deteksi daerah rawan bencana tanah longsor dan relokasi masyarakat yang bermukim di sekitar situ. Jangan sampai kejadian yang sama terulang untuk ketiga kalinya," ujar Syahrul Yasin Limpo, Rabu (11/11).
Dalam kunjungan di Palopo tersebut, Syahrul didampingi Wali Kota Palopo HPA Tenriadjeng dan Bupati Luwu Andi Mudzakkar. Syahrul yang tiba di lokasi longsor Rabu pukul 16.00 Wita, menyempatkan diri berdialog dengan warga korban longsor. Dalam kesempatan itu, gubernur meminta agar masyarakat di sekitar kawasan tersebut mau dipindahkan."Kalau bisa masyarakat mau dipindahkan. Jadi jika memang ada longsor susulan, tidak ada lagi yang jadi korban," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel mengatakan, penanganan bencana longsor tersebut saat ini memasuki tahapan memukimkan kembali warga yang kehilangan tempat tinggal. Khususnya bagi 11 kepala keluarga yang kehilangan rumah. "Semua harus bahu-membahu menangani bencana yang bukan hanya terjadi di Palopo tapi juga seluruh Indonesia. Agenda pertolongan sudah dilakukan, sekarang bagaimana untuk memungkinkan kembali mereka yang kehilangan rumah dan merelokasi warga," tambahnya.