Antam Batal Membeli Saham Newmont

Kompas.com - 12/11/2009, 05:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Aneka Tambang batal membeli saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. Hal ini karena tidak tercapai kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai pemimpin konsorsium pembeli saham divestasi Newmont.

Menurut Direktur Utama PT Daerah Maju Bersaing sekaligus juru bicara Pemprov NTB Andy Hadianto, Rabu (11/11) di Jakarta, Pemprov NTB menawarkan Antam menguasai 37,5 persen dari saham yang didivestasi, Multicapital anak usaha Bakrie Grup 37,5 persen, dan Pemprov NTB 25 persen.

Namun, Antam mengajukan skema pembelian 50 persen dari jatah divestasi atau 15,5 persen dari saham Newmont. Saham Newmont yang didivestasi tahun 2006-2010 sebesar 31 persen.

Sebelumnya, pemerintah menunjuk Antam untuk mengeksekusi saham Newmont berdasarkan surat Menteri Keuangan dan Menteri Negara BUMN bersama konsorsium Pemprov NTB.

Dengan batalnya Antam, kata Andy, komposisi saham divestasi Newmont kemungkinan kembali ke awal, yaitu Pemda NTB 25 persen dan Multicapital 75 persen. ”Ini masih menguntungkan, karena pemda tak mengeluarkan uang sepeser pun dari APBD,” ujarnya.

PT Multicapital berjanji membayar tunai pembelian divestasi saham NNT untuk 2006-2009. Pembayaran setelah urusan administrasi selesai. (EVY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau