JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hingga dengan bulan Oktober 2009 masih lambat atau hanya sekitar 7 persen. Bank Indonesia (BI) mengakui, lambatnya pertumbuhan kredit perbankan nasional ini seiring dengan melemahnya pertumbuhan perekonomian tahun ini.
"Sampai dengan Oktober 2009, hanya sekitar 7 persen. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya tumbuhnya kecil," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Darmin Nasution saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/11).
Kendati demikian, menurut Darmin, ada kredit di beberapa sektor yang memiliki pertumbuhan relatif bagus. Ini menjadi penopang pertumbuhan kredit perbankan tahun ini.
Misalnya, lanjut Darmin, kredit di sektor listrik yang tumbuh 30 persen, sektor pertanian sekitar 14 persen, serta sektor pertambangan, komunikasi dan pengangkutan sebesar 15 persen. Adapun sektor industri hanya tumbuh tipis di atas 2 persen.
"Tumbuhnya sangat kecil yakni hanya mencapai 2 persen," jelas Darmin.
Kendati pertumbuhan kredit masih lambat, namun menurut Darmin, sektor perbankan di Indonesia masih memiliki profit yang solid dan stabil. Hal ini diindikasikan oleh masih terjaganya rasio kecukupan modal (CAR) per September 2009 yang mencapai 17,7 persen dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) yang tetap terkendali pada 4,3 persen.
"Likuiditas perbankan, termasuk likuiditas dalam pasar uang antar bank juga makin membaik dan pertumnbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang