JAKARTA, KOMPAS.com — Pebalap Brasil, Bruno Senna, ingin dikenal karena namanya sendiri dan bukan sebagai keponakan dari pebalap legendaris, Ayrton Senna.
Bruno Senna akan terjun di ajang GP F1 musim depan dengan memperkuat tim Campos Meta. "Saya harap, dalam waktu singkat saya akan dikenal sebagai Bruno dan bukan karena nama paman saya," kata Senna.
Paman Senna, Ayrton, merupakan pebalap legendaris asal Brasil. Ia pernah tiga kali menjadi juara dunia dan tewas mengenaskan akibat kecelakaan pada 1994.
Bruno Senna merupakan runner-up GP2 2008. Ia sempat dilirik oleh tim Brawn GP untuk musim balap 2009. Namun, tim asal Inggris ini kemudian memilih "seniornya" dari Brasil, Rubens Barrichello.
Senna muda menargetkan membawa Campos Meta menjadi yang terbaik dari empat tim pendatang baru di ajang GP F1 pada tahun depan.
Tim Campos menginginkan pebalap Spanyol, Pedro de la Rosa, sebagai pebalap kedua. Namun, mereka juga mempertimbangkan pebalap Venezuela, Pastor Maldonado, dan pebalap Rusia, Vitaly Petrov. "Saya menginginkan Pedro de la Rosa, tetapi belum pasti," kata pemilik klub, Adrian Campos. "Ada pilihan lain dari Venezuela dan Rusia. Namun, semua tergantung kepada sponsor."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang