Senna Ingin Lepas Bayang-bayang Pamannya

Kompas.com - 12/11/2009, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebalap Brasil, Bruno Senna, ingin dikenal karena namanya sendiri dan bukan sebagai keponakan dari pebalap legendaris, Ayrton Senna.

Bruno Senna akan terjun di ajang GP F1 musim depan dengan memperkuat tim Campos Meta. "Saya harap, dalam waktu singkat saya akan dikenal sebagai Bruno dan bukan karena nama paman saya," kata Senna.

Paman Senna, Ayrton, merupakan pebalap legendaris asal Brasil. Ia pernah tiga kali menjadi juara dunia dan tewas mengenaskan akibat kecelakaan pada 1994.

Bruno Senna merupakan runner-up GP2 2008. Ia sempat dilirik oleh tim Brawn GP untuk musim balap 2009. Namun, tim asal Inggris ini kemudian memilih "seniornya" dari Brasil, Rubens Barrichello.

Senna muda menargetkan membawa Campos Meta menjadi yang terbaik dari empat tim pendatang baru di ajang GP F1 pada tahun depan.

Tim Campos menginginkan pebalap Spanyol, Pedro de la Rosa, sebagai pebalap kedua. Namun, mereka juga mempertimbangkan pebalap Venezuela, Pastor Maldonado, dan pebalap Rusia, Vitaly Petrov. "Saya menginginkan Pedro de la Rosa, tetapi belum pasti," kata pemilik klub, Adrian Campos. "Ada pilihan lain dari Venezuela dan Rusia. Namun, semua tergantung kepada sponsor."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau