Jika Merekayasa, Adik Nasrudin Ancam Habisi Wiliardi

Kompas.com - 12/11/2009, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Adik Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin, mengancam akan menghabisi Wiliardi Wizar jika kesaksiannya dalam persidangan Antasari Azhar hanya merupakan rekayasa.

Andi secara tiba-tiba menyambangi Wiliardi di tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/11), saat jeda istirahat jalannya pengadilan. Ia pun sempat menemui dan berbincang-bincang dengan Wiliardi dan istrinya, Novarina.

"Saya tidak ngomong apa-apa. Hanya ingin bertemu saja. Saya tanya mudah-mudahan kesaksiannya itu sudah sesuai dengan hati nurani. Kalau dia merekayasa, saya mau habisi dia," kata Andi seusai menemui Wiliardi.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengungkapkan keinginannya untuk turut menjadi saksi di persidangan. "Saya akan meminta jaksa, hakim, dan pengacara bisa menampilkan saya sebagai saksi. Insya Allah dengan kehadiran saya sebagai saksi ada titik terang," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan, Wiliardi mengungkapkan adanya intimidasi yang dilakukan oleh petinggi kepolisian. Ia mengatakan, pada tanggal 29 April 2009 ia telah menandatangani BAP kasus pembunuhan yang menjerat mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Namun, kemudian Wiliardi mengaku dipaksa untuk mengubah BAP dengan intimidasi dari sejumlah petinggi Polri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau