579 Dirawat dan 9 Meninggal, Korban Obat Kaki Gajah

Kompas.com - 12/11/2009, 18:20 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Korban tewas akibat pengobatan massal kaki gajah di Kabupaten Bandung terus bertambah. Saat ini, tercatat sudah 9 orang meninggal dunia sejak pengobatan massal digelar dua hari lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, jumlah korban meningkat dari 264 orang menjadi 579 orang. Mereka mengalami mual, pusing, dan kejang-kejang.

Sementara itu, jumlah warga meninggal menjadi sembilan orang, sebanyak empat orang di antaranya adalah warga asal Kecamatan Banjaran, yakni Toto (69), Nandang (47), Lilis (52), dan Omay (54).

Adapun lima orang lainnya warga asal Kecamatan Majalaya, Cileunyi, Bojongsoang, Soreang, dan Kecamatan Katapang, yaitu Dabu (5), Nonoh (40), Ahmad Yunan (46), Apeng (40), dan Arif (14).

Kepala IGD RSUD Majalaya Rustam membenarkan bahwa rata-rata pasien yang mengalami gejala mual dan muntah akibat mengonsumsi obat pencegah filariasis.

"Mereka yang datang mengeluhkan keluhan yang sama seusai mengonsumsi obat. Saat ini kami menyiagakan 10 dokter dan 20 perawat untuk penanganan, seperti pemberian obat dan proses infus kepada pasien," ujar Rustam.

Terkait korban meninggal, Ismet Ismail Suni, dokter yang ikut menangani pasien, mengatakan belum berani mengambil kesimpulan korban meninggal akibat minum obat filariasis. "Perlu dilakukan uji laboratorium dan visum untuk membuktikannya," ujar Ismet.

Suhardiman selaku Kepala Subdinas Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menjamin, meninggalnya sembilan warga bukan akibat minum obat anti-filariasis, melainkan karena punya riwayat kesehatan yang tidak membolehkan minum obat anti-filariasis. (TRIBUN JABAR/ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau