Rani Mengaku Tidak Ada Hubungan Badan dengan Antasari

Kompas.com - 12/11/2009, 22:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rani Juliani mengaku tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan mantan Ketua KPK Antasari Azhar di dalam kamar Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan. Namun, ia mengakui ada perbuatan Antasari yang menyakitkan buatnya.

"Tidak," jawab dia singkat saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/11), ketika ditanya apakah terjadi hubungan badan antara dia dan Antasari di dalam kamar. Apakah ada perbuatan Antasari yang menyakitkan hati? "Ya," kata dia lagi.

Dalam jumpa pers tersebut, Rani menceritakan kronologis sebelum perbuatan pelecehan seksual terjadi oleh Antasari. Kronologis yang diceritakannya tidak berbeda dengan apa yang ada di persidangan.

Pertemuan pertama dia dengan Antasari terjadi saat menawarkan kepada Antasari untuk kembali menjadi anggota di Golf Modern Land Tangerang. Saat itu ia bekerja sebagai marketing. Pertemuan dengan Antasari itu kemudian diceritakan kepada suaminya. Nasrudin kemudian meminta ia kembali bertemu Antasari untuk membicarakan masalah pelantikannya di salah satu BUMN.

"Pertemuan kedua, saya diperintahkan suami untuk bilang ke Antasari agar membantu SK (surat keputusan) yang diakui itu punya saudara saya. Sebelumnya saya diajari suami bicara seperti itu. SK pelantikan di BUMN. SK-nya sudah turun, tapi belum dilantik," jelas dia.

"Pada pertemuan kedua itu, kita berangkat sama-sama dari Rumah Sakit Harapan Kita. Kita janjian di situ. Kami berdua sama-sama datang ke Mahakam. Sebelum masuk saya diminta on-kan handphone. Dia bilang untuk monitor pembicaraan saya dengan Antasari," tambah Rani.

Saat peristiwa di dalam kamar, Rani tidak bersedia menceritakan. Menurut dia, adegan itu tidak etis diceritakan dan telah diungkapkannya di persidangan. Ia lalu menceritakan peristiwa saat suaminya yang telah berada di depan pintu ketika ia akan meninggalkan kamar.

"Ketika saya keluar dari pintu selangkah dan saya lihat suami di depan saya. Dia dorong saya. Saya bingung dan menangis," jelas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau