JAKARTA, KOMPAS.com — Rani Juliani mengaku tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan mantan Ketua KPK Antasari Azhar di dalam kamar Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan. Namun, ia mengakui ada perbuatan Antasari yang menyakitkan buatnya.
"Tidak," jawab dia singkat saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/11), ketika ditanya apakah terjadi hubungan badan antara dia dan Antasari di dalam kamar. Apakah ada perbuatan Antasari yang menyakitkan hati? "Ya," kata dia lagi.
Dalam jumpa pers tersebut, Rani menceritakan kronologis sebelum perbuatan pelecehan seksual terjadi oleh Antasari. Kronologis yang diceritakannya tidak berbeda dengan apa yang ada di persidangan.
Pertemuan pertama dia dengan Antasari terjadi saat menawarkan kepada Antasari untuk kembali menjadi anggota di Golf Modern Land Tangerang. Saat itu ia bekerja sebagai marketing. Pertemuan dengan Antasari itu kemudian diceritakan kepada suaminya. Nasrudin kemudian meminta ia kembali bertemu Antasari untuk membicarakan masalah pelantikannya di salah satu BUMN.
"Pertemuan kedua, saya diperintahkan suami untuk bilang ke Antasari agar membantu SK (surat keputusan) yang diakui itu punya saudara saya. Sebelumnya saya diajari suami bicara seperti itu. SK pelantikan di BUMN. SK-nya sudah turun, tapi belum dilantik," jelas dia.
"Pada pertemuan kedua itu, kita berangkat sama-sama dari Rumah Sakit Harapan Kita. Kita janjian di situ. Kami berdua sama-sama datang ke Mahakam. Sebelum masuk saya diminta on-kan handphone. Dia bilang untuk monitor pembicaraan saya dengan Antasari," tambah Rani.
Saat peristiwa di dalam kamar, Rani tidak bersedia menceritakan. Menurut dia, adegan itu tidak etis diceritakan dan telah diungkapkannya di persidangan. Ia lalu menceritakan peristiwa saat suaminya yang telah berada di depan pintu ketika ia akan meninggalkan kamar.
"Ketika saya keluar dari pintu selangkah dan saya lihat suami di depan saya. Dia dorong saya. Saya bingung dan menangis," jelas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang