KOMPAS.com- Belasan sepeda terparkir rapi di depan halaman SMAN 12 Kota Bandung. Sungguh istimewa, hanya sepeda dan mobil yang bisa parkir di depan halaman sekolah ini. Siswa bersepeda ke sekolah bukan lagi pemandangan langka di sini.
Tiap hari, Asep Cahyanawan Sugiandi (17), siswa kelas XII SMAN 12 Bandung, gowes dari rumahnya di Kebonjayanti ke sekolahnya yang berada di dekat kompleks Pindad. Selama melakukan rutinitas ini, berbeda dengan kawan-kawannya yang memilih naik kendaraan umum, ia nyaris tidak pernah telat datang di sekolah.
"Bisa motong jalan berangkatnya. Pulangnya, rame-rame bareng teman-teman. Seru aja setiap hari seperti ini," ucap Asep yang biasa menjadikan sepeda sebagai alat transportasi ke sekolah sejak duduk di bangku SMP.
Selain berolahraga, baginya, kegunaan utama bersepeda adalah untuk ngirit ongkos transportasi. Makanya, janganlah heran, di sekolah inilah satu-satunya terjadi, siswa dapat pinjaman sepeda selama sekolah. Tujuannya, untuk mengurangi tekanan biaya sekolah.
"Sepeda-sepeda hasil sumbangan alumni dan perorangan ini dipinjamkan ke siswa sampai kelas tiga. Setelah lulus, sepeda dikembalikan dan dipinjamkan ke adik tingkatnya yang baru masuk," tutur Kepala SMAN 12 Kota Bandung, Hartono, Kamis (12/11).
Dorongan bersepeda ke sekolah, secara parsial, mulai tumbuh pula di sekolah-sekolah lainnya di Bandung. Sepeda bukan semata alat transportasi yang murah dan mudah, tetapi menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan. "Gak usah pake minder. Malahan, keren bisa tampil beda," ucap Yudhistira Ahmad (17), siswa SMAN 5 Kota Bandung.
Ahmad adalah segelintir siswa yang berani melawan arus di sekolahnya. Ketika mayoritas kawan-kawannya cenderung gagah-gagahan membawa mobil mewah orangtuanya ke sekolah, ia malah menjatuhkan pilihan pada seli (sepeda lipat)-nya.
Bandung bike to school
"Mun sanes urang, saha deui? Mun teu ayeuna, iraha deui ? (Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?).
Jingle kegiatan Kompas Jawa Barat Green Fun Bike yang diadakan 6 Desember mendatang ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak siswa-siswa seperti Ahmad dan Asep ini muncul di Bandung.
Di Green Fun Bike ini, rencananya akan dilangsungkan pula peresmian Komunitas Bandung Bike to School. Sambutan positif terhadap ide pembentukan komunitas pesepeda siswa ini pun muncul dari otoritas pendidikan di Kota Bandung.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menyambut baik kegiatan ini. Selain efisiensi biaya dan rekreasi, bersepeda ke sekolah membawa dampak positif terhadap lingkungan hidup. "Terutama, kaitan dengan pengurangan pemanasan global," ujar Kepala Disdik Kota Bandung Oji Mahroji.
Menurut dia, kegiatan bike to school ini sangat relevan dengan kondisi lingkungan di Bandung saat ini yang terancam peningkatan polusi udara dan kemacetan. Bersepeda menjadi solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan lingkungan hidup ini.
Diakuinya, saat ini, masih sangat sedikit pelajar yang mau tergerak menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi ke sekolah. "Dari seribu siswa, mungkin baru sepuluh saja," ucapnya.
Akan tetapi, ia berharap gerakan bersepeda ke sekolah yang terus digencarkan bisa mendorong lebih banyak pelajar mulai berani berbuat nyata terhadap lingkungan tempat tinggalnya. (Yulvianus Harjono)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang