Pelaku Asing "Wait and See", Rupiah Melemah

Kompas.com - 13/11/2009, 10:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Jumat (13/11) pagi, turun 18 poin menjadi Rp 9.423-Rp 9.433 dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 9.405-Rp 9.415, karena pelaku mulai melepas rupiah yang hari sebelumnya menguat.

"Penurunan rupiah sebesar 18 poin dinilai masih wajar akibat aksi lepas oleh pelaku pasar, setelah sebelumnya sempat berada di bawah angka Rp 9.400 per dollar," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Jumat.

Kostaman Thayib mengatakan, pelaku pasar melepas rupiah untuk mencari untung setelah dua hari lalu menguat hingga mencapai Rp 9.325 per dollar AS. "Kami semula optimistis rupiah akan dapat mencapai angka Rp 9.300 per dollar AS dalam minggu ini karena sentimen positif dari membaiknya bursa Wall Street, tetapi pelaku pasar berkeinginan lain. Mereka lebih cenderung melepas untuk mencari untung setelah mengalami kenaikan cukup berarti," katanya.

Menurut dia, rupiah akan tetap berada dalam kisaran antara Rp 9.400 dan Rp 9.450 per dollar AS meski sejumlah analis optimistis bahwa rupiah akan dapat berada di level Rp 9.300 per dollar AS pada akhir tahun ini. "Kami memerkirakan rupiah sulit untuk dapat mendekati angka Rp 9.300 per dollar AS karena para pelaku asing agak hati-hati untuk masuk pasar," katanya.

Pelaku asing masih fokus terhadap masalah yang terjadi di dalam negeri yang dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 5 persen. "Apabila berbagai kasus yang terjadi belum dapat diselesaikan, dikhawatirkan pelaku asing akan mengalihkan dananya di pasar Asia lainnya," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau