JAKARTA, KOMPAS.com — Para pengusaha roti mengeluhkan pemadaman listrik yang sering terjadi beberapa hari terakhir ini. Akibat seringnya pemadaman listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pengusaha kehilangan hampir separuh penghasilannya.
Chris Hardijaya (48), seorang pengusaha roti, mengakui rugi jutaan rupiah per hari akibat pemadaman tersebut. "Jelas rugi. Yang industri besar saja rugi, apalagi yang kecil-kecil. Kan kita enggak punya genset. Paling tidak kerugiaannya Rp 1 juta lebih karena mati listrik," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (13/11) di Jakarta.
Chris menjelaskan, akibat mati listrik, pihaknya tidak bisa menerima pesanan karena produksinya menggunakan oven listrik. Padahal, ia juga harus menanggung ongkos operasional, air, dan upah sekitar 20 karyawan yang tidak bekerja saat produksi terhenti. "Pemasukan tidak ada, pengeluarannya jalan terus," ucapnya.
Menurut dia, kerugian yang lebih parah adalah produksi terhenti sehingga pesanan roti menjadi tertunda. Di samping itu, pemadaman listrik yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini membuat produksi roti menjadi tidak maksimal dan rusak sehingga tidak layak jual. "Saat adonannya sudah dicampur, terus mati listrik. Nah, ini kan jadi rusak, tidak bisa mengembang. Terus akhirnya cuma dibuang," keluhnya. Padahal, dia mengakui harga bahan baku roti terus melambung membuat beban industrinya semakin berat.
Dia hanya berharap, PLN segera merampungkan masalah kelistrikan sehingga tidak mengganggu jalannya industri kecil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang