Fran/Pia Belajar dari Kekalahan Melawan Hendra AG/Vita

Kompas.com - 13/11/2009, 22:20 WIB

HONGKONG, KOMPAS.com — Ganda campuran Pelatnas Cipayung, Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet, mengakui kegagalan mereka saat melawan seniornya yang kini tak lagi di Pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa. Dalam duel babak perempat final Hongkong Terbuka Super Series, Jumat (13/11) di Queen Elizabeth Stadium, Fran/Pia menyerah 20-22, 21-18, 11-21.

Sebenarnya, Fran/Pia memiliki kesempatan untuk menang karena sempat memimpin di set pertama. Namun, ketika memasuki poin-poin kritis, mereka gagal sehingga Hendra AG/Vita yang menang. Kemudian, setelah menang di set kedua, performa Fran/Pia anjlok sehingga lawan yang sudah berpengalaman dan memiliki mental bermain yang lebih bagus, meraih kemenangan dengan cukup mudah.

Menanggapi kegagalan ini, Fran/Pia yang lolos ke perempat final setelah menyingkirkan pasangan Korea Selatan juara Olimpiade Beijing 2008, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, mengaku salah strategi, di samping karena Hendra AG/Vita memang lebih baik dan berpengalaman. Mereka juga mengaku banyak belajar dari kesalahan-kesalahan yang dibuat, dan akan menjadi referensi untuk persiapan menghadapi turnamen-turnamen besar dan bergengsi tahun 2010.

"Bukan capek, tetapi memang pada game ketiga pola permainan kami berubah. Perubahan yang kami lakukan kurang tepat. Tapi kami mendapat pelajaran berharga dari pertandingan ini. Kami juga belajar sedikit-sedikit dari kekalahan untuk menghadapi tahun depan," kata Fran.

"Vita memang lebih baik dan berpengalaman, banyak pelajaran yang kami peroleh dari Vita," tambah Fran, yang bersama Pia tahun ini menjuarai Selandia Baru Terbuka.

Dengan keberhasilan ini, Hendra AG/Vita maju ke semifinal turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini, dan akan bertemu dengan Nova Widianto/Liliyana Natsir, dan akan menjadi partai ulangan final Perancis Terbuka awal bulan ini yang dimenangkan Nova/Liliyana.

Secara keseluruhan, Indonesia meloloskan tiga wakilnya ke semifinal. Selain dua pasangan tersebut yang harus saling "membunuh", Indonesia juga meloloskan ganda putra, Alven Yulianto Chandra/Hendra AG, yang membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan utama, Markis Kido/Hendra Setiawan.

Di semifinal, unggulan keenam ini bertemu pasangan Korsel juara Indonesia Open Super Series, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Unggulan ketiga tersebut meraih tiket ke babak empat besar setelah menang 17-21, 21-16, 21-16 atas pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson.

- Jadwal semifinal Hongkong Terbuka, Sabtu (14/11):

Tunggal putra
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs Bao Chunlai (China)
(3) Peter Hoeg Gade (Denmark) vs Kenichi Tago (Jepang)

Tunggal putri
(1) Wang Lin (China) vs (6) Jiang Yanjiao (China)
(3) Wang Yihan (China) vs Wang Xin (China)

Ganda putra
(7) Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark) vs (8) Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia)
(6) Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia) vs (3) Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel)

Ganda putri
(1) Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia) vs (3) Du Jing/Yu Yang (China)
(4) Ma Jin/Wang Xiaoli (China) vs (2) Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)

Ganda campuran
(7) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (Indonesia) vs (3) Nova Widianto/Liliyana Natsir (Indonesia)
Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk (Polandia) vs Fang Chieh Min/Wang Pei Rong (Taiwan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau