Dipanggil Brasil, Robinho hanya Menganggur

Kompas.com - 14/11/2009, 02:12 WIB

DOHA, KOMPAS.com - Penyerang Manchester City dipanggil masuk tim nasional  (timnas) Brasil yang akan menghadapi Inggris dalam duel persahabatan melawan Inggris, di Doha, Qatar, Sabtu (14/11). Namun, ia dipastikan tidak akan tampil karena masih cedera pergelangan kaki.

Robinho mengalami cedera saat membela Brasil melawan Argentina di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, 5 September silam. Sejak saat itu, Robinho belum tampil lagi, baik untuk City dan Brasil.

Mengingat keadaan, pelatih City, Mark Hughes pun menyertakan Robinho dalam skuad City yang akan melakoni laga persahabatan melawan Uni Emirate Arab (UEA), Kamis (12/11). Hughes membawa Robinho tidak untuk dimainkan, melainkan untuk mengentalkan kesatuan tim. Namun, Hughes kecewa ketika Brasil tiba-tiba memanggil Robinho ke Doha, Rabu (11/11). Saat itu, Robinho dan rekan klub baru tiba di Abu Dhabi.

Hughes pun berusaha mempertahankan Robinho. Kepada Brasil, ia mengatakan bahwa cedera Robinho baru akan pulih, setidaknya dua pekan lagi. Namun, Brasil tak menggubris itu. Mereka tetap memaksa City melepas Robinho.

Kekecewaan Hughes bertambah begitu mengetahui, Robinho lebih antusias berangkat ke Doha dan meninggalkan rekan klubnya di Abu Dhabi. Sekadar catatan, jarak Abu Dhabi-Doha hanya satu jam bila ditempuh lewat udara.

Untuk meredakan ketegangan, Brasil menegaskan tidak akan memaksa Robinho bermain bila kondisi tidak memungkinkan. Tujuan utama mereka memanggil Robinho adalah untuk meningkatkan keeratan relasi dengan rekan timnas lain, karena Brasil hanya memiliki tiga laga uji coba sebelum menghadapi putaran final.

"Kami tahu, City menginginkannya bersama mereka. Namun, bagi kami, situasinya adalah kami hanya memiliki tiga pertandingan sebelum Piala Dunia. Jadi kami membutuhkan Robinho di sini," ujar juru bicara Brasil, Rodrigo Paiva.

"Ini adalah kesempatan untuk bicara dengan pemain, menciptakan kenyamana, berdiskusi tentang persiapan untuk musim panas mendatang.  Kami tak perlu meminta persetujuan City untuk memainkannya. Namun, kami akan tetap bicara kepada mereka," lanjutnya.

Setelah hasil pemeriksaan, Robinho dipastikan tidak bisa tampil besok. Namun, Hughes belum bisa tenang, karena Brasil masih berniat mengusahakan Robinho bisa bermain melawan duel persahabatan melawan Oman, Selasa (17/11).

"Mereka (Brasil) merasa menginginkannya untuk terlibat dalam skuad mereka. Kami melihat pada pro dan kontra dan keputusannya adalah ia (Robinho) bisa bersama mereka dengan catatan, tidak mengambil bagian dalam pertandingan," ungkap Hughes.

"Itu adalah pemahaman kami tentang masalah ini dan kami tentunya tidak menginginkannya memainkan bagian apa pun pada Sabtu dan Selasa," tandasnya.

Untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana, Hughes mengirim seorang dokter City untuk mendampingi Robinho. Ia berharap, keberadaan sang dokter akan mencegah Brasil mengambil keputusan yang tidak sesuai kesepakatan.

"Kami mengirim dokter bersama Robi karena kami ingin mereka tahu bahwa dalam banyak hal, kami merasa sangat berisiko bila Robi terlibat (dalam pertandingan)," tegasnya.

Sementara itu, Robinho sendiri cenderung memihak kebijakan timnas. Ia mengaku antusias mengikuti program latihan Brasil supaya bisa tampil dalam salah satu pertandingan itu.

"Aku belum bugar sekarang. Namun, mungkin aku akan siap untuk laga berikutnya," tandas Robinho. (TEL/DM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau