SINGAPURA, KOMPAS.com- Keinginan Amerika Serikat agar negara yang mencatat surplus perdagangan lebih mendorong konsumsi dan impornya merupakan sikap wajar, karena neraca perdagangan negara itu mengalami defisit yang tergolong besar dengan beberapa negara, terutama China.
Indonesia sendiri mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat namun tidak termasuk dalam target utama yang diminta untuk memperbesar impor atau lebih konsumtif. "Itu yang dimaksudkan adalah China yang surplusnya sangat besar terhadap Amerika Serikat. Kalau dengan Indonesia memang kita surplus terhadap Amerika, namun nilainya jauh lebih kecil," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela Pert emuan Tingkat Tinggi Pemimpin 21 anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura, Sabtu (14/11).
Data Biro Statis tik As menunjukkan, perdagangan ke China terus mengalami defisit setiap bulan, mulai Januari 2009 hingga September 2009. Pada Januari 2009, defisit perdagangannya mencapai 20,569 miliar dollar AS dan kemudian turun menjadi 14,196 miliar dollar AS pada Februari 2009.
Dengan demikian total defisit perdagangan AS ke China secara akumulasi dari Januari 2009 hingga September 2009 mencapai 165,801 miliar dollar AS.
Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS Ron Kirk meminta negara-negara yang mengalami surplus pada neraca pembayaran dan neraca perdagangan di kawasan Asia Pasifik untuk meningkatkan konsumsi dan impor dari negara yang mengalami defisit seperti Amerika Serikat.
Langkah itu merupakan salah satu upaya untuk menambah lapangan kerja baru di Amerika Serikat yang saat ini menderita tingginya pengangguran yang mencapai 10 persen terhadap angkatan kerja.
Perdagangan AS dengan China 2009 (dollar AS)
Januari: ekspor 4,178.1; impor 24,748.0; defisit -20,569.9
Februari: ekspor 4,678. 4; impor 18,874.5; defisit -14,196.1
Maret: ekspor 5,569.9; impor 21,187.7; defisit -15,617.8
April: ekspor 5,164.9; impor 21,918.7; defisit -16,753.8
Mei: ekspor 5,247.8; impor 22,731; defisit.5 -17,483.8
Juni : ekspor 5,549.2; impor 23,979.1; defisit -18,430.0
Juli: ekspor 5,274.3; impor 25,691.2: defisit -20,416.9
Agustus: ekspor 5,553.1; impor 25,784.7; defisit -20,231.7
September: ekspor 5,813.7; impor 27,914.9; defisit -22,101.2
TOTAL: ekspor 47,029.4; impor 212,830.4; defisit -165,801.0
Sumber: Biro Statistik AS
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang