Aksesoris Sebagai Cerminan Kepribadian

Kompas.com - 14/11/2009, 17:19 WIB

KOMPAS.com - Bagi pencinta fashion, perhiasan merupakan syarat mutlak dalam gaya. Pemilihan aksesoris yang tepat sangat penting untuk mencerminkan diri si pemakainya.

Jika Anda pernah menyaksikan acara reality show yang mencari desainer berbakat, Project Runway, Anda pasti tak akan asing dengan nama Tim Gunn. Dalam acara tersebut, ia adalah seorang mentor, namun sehari-harinya merupakan seorang konsultan fashion dan kepala kreatif di Liz Claiborne. Menurutnya, selain pakaian, salah satu elemen terpenting dalam penampilan seseorang adalah aksesoris.

Yang dimaksud aksesoris dalam pandangan Gunn adalah tambahan perhiasan yang cantik, tapi cukup terjangkau, dan harus dapat memberikan tambahan pemanis pada seluruh penampilan. Pikirkan aksesoris yang Anda pilih bukan hanya sebagai refleksi selera Anda, tapi sebagai tanda mengkomunikasikan siapa diri Anda. Yang penting diingat untuk mendapatkan gaya dalam berpakaian yang terbaik adalah; siluet, proporsi, dan ukuran. Hubungan antara perhiasan (aksesoris) dan pakaian Anda harus memiliki hubungan harmoni dan keseimbangan. Namun, jangan sampai Anda mengenakan anting-anting dan kalung yang satu set, karena Anda akan terlihat lebih berumur dari umur Anda sebenarnya.

 Gelang

Ada beberapa tipe gelang yang bisa Anda kenakan. Misal, tipe gelang cuff, yang bentuknya lebar dan cenderung tebal. Manis jika dipadankan dengan kaus lengan panjang pas tubuh. Tipe gelang yang seperti ini cocok untuk mereka yang memiliki kepribadian berani dan senang menunjukkan siapa dirinya. Tipe lainnya; bangles merupakan tipe gelang tipis, biasanya dikenakan bertumpuk dan dijadikan satu.

Cincin

Seperti gelang, cincin pun punya beberapa tipe. Ada cincin yang merupakan tanda pengikat pernikahan atau pertunangan, juga cincin untuk bergaya. Cincin untuk bergaya, umunya besar dan cenderung untuk sebuah statement gaya si pemakai, tapi tak perlu berlebihan.

Kalung

Pemilihan kalung sebaiknya disesuaikan dengan kerah baju yang Anda kenakan. Untuk baju berkerah tinggi, seperti turtleneck, bisa kenakan kalung panjang (yang bisa menggelayut hingga perut Anda), buatlah dalam beberapa lapisan. Sementara untuk garis leher yang turun, cocok dipadankan dengan kalung sedada (sekitar 43-48 cm, dinamakan pula dengan princess style). Sementara untuk baju tanpa tali/kemben, cocok dipadankan dengan kalung tipe choker (yang memeluk leher) atau tipe princess style. Sementara untuk baju halterneck atau satu tali, sebaiknya tidak menggunakan kalung, karena bagian kerah leher baju tersebut sudah menarik perhatian.

Jam tangan

Pemilihan tipe jam tangan sangat personal. Ada sebagian orang yang lebih memilih ukuran besar, sementara sebagian lainnya lebih memilih yang ukurannya sangat kecil. Namun, perlu dipikirkan saat akan membeli jam tangan berukuran besar, karena cenderung hanya bisa dikenakan saat santai atau semi formal. Jika Anda tertarik untuk mencari jam tangan yang cocok dikenakan di siang dan malam hari, carilah jam tangan berukuran kecil dan cocok untuk acara formal.

Anting

Anting yang cukup universal untuk dikenakan ke mana pun dan kapan pun adalah giwang. Namun, usahakan ukuran lingkarannya tidak lebih dari 0.5 cm. Jika Anda ingin berinventasi, Gunn menyarankan untuk membeli anting mutiara ketimbang berlian. Anda akan mendapati bahwa kualitasnya 75 persen lebih murah ketimbang berlian. Mutiara yang asli memiliki faktor kemewahan yang lebih, ketimbang berlian.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau