Polisi: Ledakan Diduga akibat Penyuntikan Gas

Kompas.com - 14/11/2009, 17:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Berdasarkan hasil penyelidikan awal Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, ditemukan indikasi adanya kegiatan pengurangan isi tabung gas di rumah sekaligus agen gas milik Aryanto alias Ateng (45) di Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Indikasi mengarah ke penyuntikan tabung gas. Tapi masih diselidiki Puslabfor dan belum disimpulkan," kata Kepala Unit Reserse Kepolisian Sektor Metro Durensawit Iptu Diah Tien Agustina, ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/11).

Diah menjelaskan, sore tadi Puslabfor Mabes Polri telah melakukan olah TKP sekitar satu jam dan menemukan beberapa barang bukti yang menunjukkan adanya kegiatan ilegal penyuntikan tabung gas.

Di TKP ditemukan tumpukan segel plastik tabung gas, gelang karet hitam untuk tabung gas tiga kilogram, baskom besar diduga untuk mendinginkan tabung, hair drayer diduga untuk melekatkan segel plastik, dan barang bukti lain. Ikut disita sekitar 200 tabung gas.

Pemicu ledakan, kata dia, diperkirakan akibat percikan api yang berasal dari kompor yang menyala. "Sebelum kejadian ibunya lagi masak. Ada hembusan gas dan terjadi lah ledakan. Itu dugaan awal, belum dapat dipastikan. Di rumahnya juga kurang fentilasi. Jadi gas sulit keluar," jelas Diah.

Diah menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan enam orang saksi, yaitu lima orang pemilik rumah yang mengalami kerusakan serta ketua RT 8/RW 5 Udin Bin Tohir.

Seperti diberitakan, kemarin telah terjadi ledakan keras di rumah sekaligus agen gas di jalan 26 RT 8/RW 5 Kelurahan Durensawit, Kecamatan Durensawit. Rumah berlantai dua tersebut langsung rata dengan tanah.

Dua orang tewas, yaitu pemilik rumah Ateng dan istrinya Siti (40). Korban lain Suyanto (20) anak ke dua pasangan Aryanto-Siti. Sedangkan anak pertamanya Sugito (22) selamat karena saat kejadian tidak berada di rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau