JAKARTA, KOMPAS.com- Juru bicara PT Pertamina Basuki Trikora Putra menyatakana, ledakan tabung gas di Durensawit, Jakarta Timur, bukanlah tanggung jawab PT Pertamina. Ia bahkan menegaskan bahwa penyuntikan tabung gas merupakan perbuatan kriminal.
"Pengecer yang melakukan penyuntikan telah melakukan tindakan kriminal," kata Basuki Trikora Putra saat memberikan keterangan di Hotel Mercure, Ancol, Sabtu (14/11), berkait ledakan di pangkalan Elpiji yang menewaskan dua orang, Jumat kemarin.
"Mengacu pada berita di media massa, kalau ledakan akibat oknum melakukan penyuntikan tabung gas 3 kilogram ke tabung 12 kilogram, adalah tindakan kriminal. Saat ini kondisi tabung gas Pertamina sudah layak dan sesuai dengan SNI," terang Basuki.
Ledakan tabung gas 12 kg yang terjadi di Jalan Raya Swadaya No. 26 RT 8/RW 5, Durensawit, Jakarta Timur, menewaskan tiga orang yakni Haryanto alias Ateng (45), istrinya Siti (40), dan anaknya Suyanto (20), Jumat (13/11) siang pukul 11.45 WIB. Selain itu, ledakan itu menyebabkan rumah toko yang dipakai sebagai pangkalan itu rata tanah. Tiga orang lainnya luka-luka, yakni Ny. Jubaidah (40), Ny Benah (75), dan Sumiyati (28).
Dikatakan Basuki, pangkalan yang bukan channel distribusi langsung pertamina bukanlah tanggung jawab Pertamina.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang