Warga Sekitar Minta Ganti Rugi

Kompas.com - 14/11/2009, 18:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemilik rumah sekaligus tempat usaha agen gas, almarhum Aryanto alias Ateng (40), ternyata telah berkali-kali ditegur oleh warga sekitar, ketua RT, ketua RW, hingga petugas di Kelurahan Duren Sawit. Bau gas yang menyengat membuat warga resah sehingga melayangkan teguran kepada Ateng.

"Dari dalam rumah pak Ateng itu sering bau gas. Warga udah sering tegur dia tapi ngga ada perubahan," kata Ketua RT 08/RW 5 Udin Bin Tohir, ketika ditemui Kompas.com, Sabtu ( 14/11 ).

Udin menjelaskan, bau yang menyengat telah terjadi saat Ateng menempati rumah tersebut sejak lima tahun lalu. Sebelum di sana, Ateng telah membuka usaha gas di lokasi yang tidak jauh dari tempat sekarang. "Baunya ngga setiap hari. Kadang pagi, kadang sore, kadang malam. Itu udah sejak lima tahun lalu," kata dia.

Atas beberapa laporan warga, Udin pernah menegur Ateng sekitar dua tahun lalu untuk meminta Ateng memperhatikan keluhan warga. Sekitar tujuh bulan lalu, Ateng juga telah ditegur ketua RW, hingga petugas Kelurahan. "Jawaban dia sama aja. Dia bilang, itu biasa gas kaya gitu. Saya mau usaha apalagi selain gas," ucap dia menirukan perkataan Ateng.

"Saya tanya ke dia, elu nyuntik gas? Dia bilang kaga. Sampe sekarang saya juga ngga tau dia nyuntik gas apa ngga," tambah dia.

Hal senada juga dikatakan Bejo (48), warga yang tinggal tepat di depan rumah Ateng. Ia yang rumahnya mengalami kerusakan tersebut mengaku sering mencium bau gas yang menyengat dari dalam rumah Ateng. "Bau banget. Udah ditegur tapi ngga ngaruh," ucap dia kesal.

 

Berharap keluarga Ateng ganti rugi

 

Bejo dan tujuh warga lain yang rumahnya mengalami kerusakan berharap keluarga Ateng bersedia mengganti rugi kerusakan. Ledakan itu mengakibatkan empat rumah yang letaknya di depan rumah Ateng rusak berat. Empat rumah lain terletak di samping kanan, kiri, dan dua rumah di belakang.

Saat ini, seluruh keluarga yang mengalami kerusakan mengungsi di rumah sanak saudara lain. "Yah, kita sih berharap diganti. Kan ada keluarganya (Ateng). Tapi nanti aja diomongin setelah urusan mereka (keluarga korban) beres," ucap Bejo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau