JAKARTA, KOMPAS.com- Pemilik rumah sekaligus tempat usaha agen gas, almarhum Aryanto alias Ateng (40), ternyata telah berkali-kali ditegur oleh warga sekitar, ketua RT, ketua RW, hingga petugas di Kelurahan Duren Sawit. Bau gas yang menyengat membuat warga resah sehingga melayangkan teguran kepada Ateng.
"Dari dalam rumah pak Ateng itu sering bau gas. Warga udah sering tegur dia tapi ngga ada perubahan," kata Ketua RT 08/RW 5 Udin Bin Tohir, ketika ditemui Kompas.com, Sabtu ( 14/11 ).
Udin menjelaskan, bau yang menyengat telah terjadi saat Ateng menempati rumah tersebut sejak lima tahun lalu. Sebelum di sana, Ateng telah membuka usaha gas di lokasi yang tidak jauh dari tempat sekarang. "Baunya ngga setiap hari. Kadang pagi, kadang sore, kadang malam. Itu udah sejak lima tahun lalu," kata dia.
Atas beberapa laporan warga, Udin pernah menegur Ateng sekitar dua tahun lalu untuk meminta Ateng memperhatikan keluhan warga. Sekitar tujuh bulan lalu, Ateng juga telah ditegur ketua RW, hingga petugas Kelurahan. "Jawaban dia sama aja. Dia bilang, itu biasa gas kaya gitu. Saya mau usaha apalagi selain gas," ucap dia menirukan perkataan Ateng.
"Saya tanya ke dia, elu nyuntik gas? Dia bilang kaga. Sampe sekarang saya juga ngga tau dia nyuntik gas apa ngga," tambah dia.
Hal senada juga dikatakan Bejo (48), warga yang tinggal tepat di depan rumah Ateng. Ia yang rumahnya mengalami kerusakan tersebut mengaku sering mencium bau gas yang menyengat dari dalam rumah Ateng. "Bau banget. Udah ditegur tapi ngga ngaruh," ucap dia kesal.
Berharap keluarga Ateng ganti rugi
Bejo dan tujuh warga lain yang rumahnya mengalami kerusakan berharap keluarga Ateng bersedia mengganti rugi kerusakan. Ledakan itu mengakibatkan empat rumah yang letaknya di depan rumah Ateng rusak berat. Empat rumah lain terletak di samping kanan, kiri, dan dua rumah di belakang.
Saat ini, seluruh keluarga yang mengalami kerusakan mengungsi di rumah sanak saudara lain. "Yah, kita sih berharap diganti. Kan ada keluarganya (Ateng). Tapi nanti aja diomongin setelah urusan mereka (keluarga korban) beres," ucap Bejo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang