Penjualan Turun, Piaggio Indonesia Tetap Tambah Dealer

Kompas.com - 15/11/2009, 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendati penjualan Piaggio (baca: Piajo) dengan produknya yang sangat dikenal yaitu Vespa, mengalami penurunan tahun ini, namun ATPM dan distributornya tetap berusaha mengembangkan jaringannya tahun depan di Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN), Nugroho Tedjakusuma. di sela acara Piaggio Bazar dan “Ngumpul-ngumpul Klub Vespa”(Community Gathering) di Kebon Nanas, Jakarta Timur, kemaren. Anak perusahaan dari Sun Motor, untuk 2009 hanya menargetkan penjualan 380 unit. Turun 28,3 persen di banding tahun lalu, 530 unit. Penjualan terbanyak, 60 -70 persen, diraih Vespa Fly-150 dan LX-150.

Penurunan karena apresiasi nilai tukar rupiah terhadap euro yang ang menyebabkan harga jadi mahal.

Tambah Dealer
Tahun depan, target penjualan Piaggio di Indonesia 1.000 unit. "Jadi target kita cukup tinggi. Patokannya, pertumbuhan ekonomi yang membaik Indonesia yang makin membaik,” tukasnya.

Untuk itu mendukung target tersebut, jaringan distribusi diperlukan dengan menambah 5 dealer baru. Untuk ini, SKN bersama mitra melakukan investasi sekitara Rp 5 milliar.

Daerah baru yang akan dijangkau adalah Kalimantan dan Jawa Timur. "Dealer baru tersebutlah nyang berinvestasi dengan fasilitas 3S (sales, service, spare-part). Untuk biaya gedung saja, butuh dana sekaitar Rp 1 miliar," jelasnya.

Saat ini, Piaggio baru memiliki 11 dealer dengan fasilitas 3S di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Denpasar dan Medan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau