Todung: Kami Tidak Mendiskreditkan Polisi

Kompas.com - 15/11/2009, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Delapan sudah menyusun laporan tahap akhir yang akan segera diserahkan kepada Presiden sebagai rekomendasi terhadap kasus yang menjerat dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah. 

Anggota Tim Delapan, Todung Mulya Lubis, membantah jika laporan tersebut mengarah pada tindakan untuk mendiskreditkan kepolisian dalam fungsinya sebagai penegak hukum. "Laporan ini tidak mendiskreditkan kepolisian. Kami mencoba efektif dalam melihat fakta dan temuan-temuan di proses hukum," kata Todung sebelum mengikuti rapat, Minggu (15/11) di Gedung Wantimpres. 

Akibat kasus Bibit dan Chandra, Polri mendapat tekanan yang kuat dari publik yang cenderung menilai polisi telah bertindak tidak obyektif dalam melakukan proses hukum terhadap keduanya. Dalam kesempatan tersebut, Todung juga mengungkapkan simpatinya terhadap Polri. "Saat ini polisi sedang dalam ujian publik, saya bersimpati kepada kepolisian terutama kepada Kapolri yang merasa ada banyak tekanan," ungkapnya.

Meski demikian, Todung berharap, kepolisian juga bisa menerima apa yang menjadi rekomendasi Tim Delapan nantinya. "Saya kira apa pun rekomendasinya, keputusannya tetap kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Lalu bagaimana jika polisi tidak menghiraukan hasil kesimpulan dari Tim Delapan? "Saya no comment soal itu," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau