Penjara Illinois Akan Digunakan Menampung Tahanan Guantanamo

Kompas.com - 15/11/2009, 15:59 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Obama sedang mempertimbangkan pemindahan sejumlah tahanan Guantanamo ke penjara di negara bagian Illinois, kampung halaman Presiden Amerika Serikat itu.

"Fasilitas Penjara Thomson (TCF), penjara yang dijaga ketat terletak sekitar 240 km barat Chicago, Illinois, muncul sebagai opsi utama pemerintah untuk menampung para tersangka teror," kata surat kabar Chicago Tribune, Sabtu (14/11).

Stasiun televisi CNN melaporkan, para pejabat senior dari Departemen Pertahanan, Kehakiman, dan Dalam Negeri bersama Gubernur Illinois Pat Quinn akan mengunjungi penjara yang memiliki 1.600 sel itu, Senin.

Berita itu muncul sehari setelah pemerintah Presiden Obama mengumumkan akan mengadili lima tersangka anggota komplotan yang terlibat serangan 11 September 2001.

Termasuk yang mengaku dalang serangan itu Khalid Sheikh Mohammed, di pengadilan sipil Kota New York, hanya beberapa langkah jauhnya dari lokasi tindak kejahatan yang mereka lakukan.

Dalam satu kecaman yang keras tentang rencana penjara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik Mark Kirk mengecam dan mendesak Gedung Putih.

"Pemerintah (sebaiknya) mengutamakan keselamatan dan keamanan keluarga Illinois dan mencegah setiap rencana untuk memindahkan para anggota Al Qaeda ke negara bagian kami," katanya.

Di antara para pejabat terdapat wakil-wakil dari Biro Kepenjaraan Federal, yang akan membeli lokasi itu jika dipilih dan menyewa sebagian untuk Departemen Pertahanan agar bisa menampung tahanan Guantanamo, demikian dilaporkan CNN mengutip seorang pejabat pemerintah.

"Jika pemerintah Anda memindahkan para tahanan Al Qaeda ke Illinois, negara bagian kami dan daerah metropolitan Chicago akan menjadi tempat bagi komplotan teroris melakukan perekrutan dan radikalisasi," kata Kirk, kandidat senat, dalam sepucuk surat kepada Obama yang diedarkan di kalangan para anggota DPR dan para pejabat.

Quin dalam sebuah pernyataan menegaskan, "Prioritas utamanya adalah keselamatan dan keamanan publik, satu masalah yang akan menjadi bagian penting dari setiap diskusi mendatang dengan pihak berwenang penjara federal menyangkut fasilitas Thomson itu."

Namun, tindakan itu juga akan memerlukan dana yang lebih besar untuk daerah Illinois ini. Pembelian penjara oleh pemerintah itu dapat menampung sekitar 2.340 sampai 3.250 lapangan kerja langsung dan tidak langsung.

"Dengan keuntungan ekonomi bagi wilayah itu antara 790 juta dollar sampai 1,1 miliar dollar dalam empat tahun," kata satu analisis pemerintah yang dikutip surat kabar Quad-City Times.

Analisis itu memperkirakan tingkat pengangguran di Caroll County, lokasi penjara itu, dapat berkurang separuh.

"Penjara itu akan membantu bisnis di sini dan Tuhan tahu kami dapat menggunakan itu. Tidak masalah bagi saya siapa pun yang mereka bawa ke sini," kata penduduk Thomson Kay Lawton kepada Tribune.

Sekitar 215 tahanan masih tetap berada di Guantanamo, pangkalan Angkatan Laut AS di Kuba selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau