Kasus Bibit-Chandra Masalah Hukum

Kompas.com - 15/11/2009, 22:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Golkar Ade Komaruddin mengimbau semua pihak tidak menarik masalah pimpinan KPK non aktif Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah ke ranah politik.

"Ini masalah hukum. Sebagai negara hukum dan warga yang taat hukum, bijak bila kita menghargai atau mendorong proses hukum agar kebenaran yang sesungguhnya itu terungkap di pengadilan," ujar Ade Komaruddin, Minggu (15/11).

Lagipula, kata Ade, toh Bibit dan Chandra bila mengikuti proses hukum, keduanya belum dinyatakan bersalah (azas praduga tak bersalah). Adapun proses hukum ini akan menguntungkan keduanya, karena bila apa yang disampaikan Tim 8 peluang untuk dinyatakan tidak bersalah sangat besar.  "Dan bila itu dinyatakan lewat pengadilan, anak cucu Bibit dan Chandra terbebas dari segala fitnah," katanya.

Ade yang juga Sekretaris F-PG DPR mengatakan menghentikan proses hukum sama saja kita mengintervensi aparat penegak hukum yang diatur dalam Undang-Undang, dan itu akan jadi preseden yang buruk terhadap penegakan hukum. 

"Saya juga berharap media massa menjadikan masalah ini sebagai bagian untuk mencerdaskan masyarakat di bidang hukum. Media sebaiknya mendorong agar proses ini dijalankan sesuai dengan aturan. Jangan malah didorong untuk dilakukan intervensi, itu tidak baik dan akan menjadi noda hitam buat penegakan hukum," tandasnya.

Selanjutnya Ade minta agar temuan Tim 8 tersebut dijadikan sebagai barang bukti atau masukan orang-orang yang tergabung dalam Tim 8 itu sebagai saksi ahli, sehingga hakim bisa memutuskan masalah ini dengan benar tanpa pertimbangan politik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau