Obama-SBY Sepakat Hidupkan Kembali Korps Perdamaian

Kompas.com - 16/11/2009, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah sepakat untuk menghidupkan kembali program Korps Perdamaian (Peace Coprs) di Indonesia.

Program Korps Perdamaian, yang didirikan Presiden John F Kennedy tahun 1961, pernah menjalankan misinya di Indonesia pada tahun 1963 hingga 1965 dengan mengemban misi pendidikan, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan. Direktur Korps Perdamaian, Aaron S Williams, mengatakan, pihaknya sangat senang atas kesediaan Indonesia untuk menghidupkan kembali program tersebut. "Saya sangat menantikan kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Kerja sama ini akan mendorong masyarakat dari kedua pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, terutama menyangkut bahasa Inggris," kata William.

Program pertama Korps Perdamaian di Indonesia ini dimulai pada pertengahan tahun 2010 dengan mendatangkan sejumlah guru bahasa Inggris dari AS untuk mengajar di berbagai SMU di Jakarta.

Duta Besar AS untuk Indonesia, Cameron Hume menyatakan, kedatangan para guru ke Indonesia dalam program Korps Perdamaian itu mencerminkan hubungan kedua negara semakin erat. "Selain membawa guru bahasa Inggris, anggota korps juga akan saling bertukar pikiran dengan mitranya di Indonesia dan mempromosikan masing-masing negaranya pada tingkat masyarakat ke masyarakat serta saling pengertian lintas budaya.

Sejak 48 tahun yang lalu Korps Perdamaian sudah menjalankan programnya dalam mempromosikan perdamaian dan persahabatan  melalui kesempatan pelayanan masyarakat di luar negeri. Hingga saat ini lebih dari 7.500 sukarelawan yang berkecimpung di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan ketahanan pangan sudah bekerja di 75 negara dunia, dan Indonesia akan menjadi negara ke 76. "Dalam dunia yang terus berubah, para sukarelawan ini akan menghadapi berbagai tantangan baru dengan inovasi, kreativitas, keinginan dan kesabaran," kata Dubes Humme.

Menurutnya, sukarelawan yang akan bekerja di dalam program Korps Perdamaian ini mencerminkan keberagaman ras, etnis, usia  dan agama di Amerika Serikat yang memiliki berbagai kemampuan dan prespektif yang unik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau