Cegah Banjir, Pemkot Madiun Habiskan Rp 2 M

Kompas.com - 16/11/2009, 17:13 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Dana Rp 2 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Madiun Tahun 2009 dihabiskan untuk mencegah banjir yang hampir setiap musim hujan terjadi. Namun meskipun dana besar sudah dikeluarkan, peluang terjadinya banjir belum sepenuhnya hilang.

Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun, Suwarno, Senin (16/11), menyebutkan dana sebesar Rp 2 miliar itu dipakai untuk menormalisasi sejumlah saluran dan sungai yang berada di Madiun.

Selain dana ini, dana sebesar Rp 50 juta dipakai untuk perawatan seluruh pompa air. Pompa air digunakan untuk membuang air di saluran-saluran air ke Sungai Bengawan Madiun saat elevasi air di Bengawan Madiun tinggi, sehingga tidak memungkinkan membuang air melalui pintu air.

Di luar dana dari APBD Kota Madiun, Pemerintah Pusat pun memberikan bantuan enam unit pompa air. Dua pompa air berkekuatan 2.000 liter per detik ditempatkan di kawasan Pancasila, dua pompa air lainnya berkekuatan 1.000 liter per detik di Madiun Lor, dan dua pompa air terakhir berkekuatan 1.000 liter per detik di kawasan Benteng.

"Normalisasi sungai dan pemasangan enam pompa sudah 90 persen selesai. Kami berusaha mempercepat penyelesaiannya karena sekarang sudah masuk musim hujan. Kami targetkan semua sudah tuntas akhir November," kata Suwarno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau