MADIUN, KOMPAS.com - Dana Rp 2 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Madiun Tahun 2009 dihabiskan untuk mencegah banjir yang hampir setiap musim hujan terjadi. Namun meskipun dana besar sudah dikeluarkan, peluang terjadinya banjir belum sepenuhnya hilang.
Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun, Suwarno, Senin (16/11), menyebutkan dana sebesar Rp 2 miliar itu dipakai untuk menormalisasi sejumlah saluran dan sungai yang berada di Madiun.
Selain dana ini, dana sebesar Rp 50 juta dipakai untuk perawatan seluruh pompa air. Pompa air digunakan untuk membuang air di saluran-saluran air ke Sungai Bengawan Madiun saat elevasi air di Bengawan Madiun tinggi, sehingga tidak memungkinkan membuang air melalui pintu air.
Di luar dana dari APBD Kota Madiun, Pemerintah Pusat pun memberikan bantuan enam unit pompa air. Dua pompa air berkekuatan 2.000 liter per detik ditempatkan di kawasan Pancasila, dua pompa air lainnya berkekuatan 1.000 liter per detik di Madiun Lor, dan dua pompa air terakhir berkekuatan 1.000 liter per detik di kawasan Benteng.
"Normalisasi sungai dan pemasangan enam pompa sudah 90 persen selesai. Kami berusaha mempercepat penyelesaiannya karena sekarang sudah masuk musim hujan. Kami targetkan semua sudah tuntas akhir November," kata Suwarno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang