Kualifikasi piala asia grup b

Kuwait Akan Tempatkan Tiga Ujung Tombak

Kompas.com - 16/11/2009, 18:46 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Pelatih Timnas Kuwait Goran Tufegdzic mengatakan dirinya menaruh rasa hormat dan salut kepada Timnas Indonesia yang sempat membuat permainan Kuwait kocar-kacir di pertandingan pertama di Kuwait, Sabtu (14/11). Dalam laga kualifikasi Piala Asia 2010 itu, Indonesia sempat unggul, tapi akhirnya bisa dikejar dan skor berbalik menjadi 2-1 untuk tuan rumah.

Kini, tim Kuwait sudah berada di Indonesia untuk melakoni laga tandang di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, pada Rabu, 18 November. Usai pertandingan akhir pekan lalu, Kuwait langsung terbang ke Indonesia menggunakan pesawat carteran Kuwait Airways. Kesebelasan Kuwait mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma hari Minggu (15/11) sore.

"Kami datang lebih awal hanya untuk menyesuaikan udara di Jakarta saja, kami merasa beruntung bisa datang lebih awal dari timnas Indonesia sendiri," ungkapnya usai memimpin latihan Kuwait di Lapangan Timnas PSSI yang ada di Komplek Gelora Bung Karno, Senin (16/11).

Menurutnya, taktik Indonesia di pertandingan pertama sangat bagus, namun pihaknya optimistis di pertandingan kedua nanti Kuwait bisa memenangi pertandingan. "Kami sudah mempelajari kelemahan tim Indonesia, untuk itu kami akan tampil menyerang dengan menempatkan tiga ujung tombak kami di lini depan," tuturnya.

Mengenai jadwal antara leg pertama dan kedua yang waktunya sangat dekat, Goran tidak mempermasalahkan, karena jadwal tersebut sudah diatur oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. Dengan demikia, semua tim harus bisa menyiasatinya sehingga kebugaran pemain tetap terjaga.

Tentang cuaca Jakarta dengan Kuwait yang berbeda itu, Goran mengaku sedikit terkendala. "Cuaca di Jakarta sangat lembab, hal ini berbeda dengan cuaca di Kuwait yang sangat panas, bahkan pemain kami pun terbiasa dengan cuaca panas," jelasnya.

Karena itulah, Goran mengaku pihaknya harus lebih lama lagi untuk beradaptasi dengan cuaca di Jakarta. "Begitu selesai melakoni laga pertama, kami putuskan langsung terbang ke Jakarta hanya untuk menyesuaikan cuaca, kami akan langsung berlatih di Jakarta," jelasnya.

Mengenai kesebelasan Indonesia, Goran memuji permainan tim Merah Putih. "Saya rasa kesebelasan Indonesia merupakan satu kesebelasan yang termasuk kuat, buktinya kami kerepotan saat tertinggal 0-1. Saya sangat respek dengan tim Indonesia, serangan balik mereka sangat baik dan cepat," urainya.

Namun demikian, dia tetap yakin Kuwait bisa mengambil tiga poin dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti. "Target kami tetap tiga poin di laga kedua ini, karena dengan kemenangan nanti, tim kami mengincar posisi runner up Grup B," jelasnya.

Sementara itu, pemain Kuwait yang menjebol dua gol ke gawang Indonesia yang dijaga oleh Markus Horison, Bader Al Motawaa, saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa peluang timnya di laga kedua ini sangat berat karena bermain di kandang lawan yang tentunya akan mendapat dukungan penuh dari suporter. "Tim Indonesia akan bertarung mati-matian untuk mencari poin tiga dari kami, karena jika tidak menang, peluang Indonesia akan tertutup sama sekali untuk lolos ke putaran final," katanya.

Indonesia, diaku Bader, merupakan tim yang bagus dan ini terbukti di leg pertama Kuwait sempat tertinggal. "Di laga kedua ini jelas membuat kami sulit mengalahkan Indonesia di hadapan pendukungnya, apalagi Indonesia membutuhkan satu kemenangan jika ingin tetap membuka peluang ke putaran final Piala Asia, ini kesempatan akhir bagi tim Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau