Pelanggan Harus Berani Menggugat PLN

Kompas.com - 16/11/2009, 19:50 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Widijantoro menilai, pelanggan listrik PLN selama ini tak memiliki nilai tawar jika dirugikan secara sepihak. Padahal mereka semestinya berani mengajukan gugatan.

"Saat ini yang perlu ditumbuhkan adalah daya kritis para pelanggan atau konsumen PLN karena mereka selama ini tidak memiliki nilai tawar dan selalu berada di pihak yang dirugikan," katanya di Yogyakarta, Senin (16/11).

Jika mereka sadar terhadap hak-haknya, maka setiap kali ada kinerja buruk dan merugikan dari PLN, mereka dapat mengajukan gugatan secara perdata.

"Gugatan ini sebenarnya dapat dilakukan, baik secara individu maupun kolektif karena dalam perjanjian kontrak jelas disebutkan, PLN wajib memberikan pelayanan listrik secara berkelanjutan," katanya.

Atas dasar kontrak itu, apabila PLN melakukan pemadaman listrik, baik bergilir dengan pemberitahuan terlebih dulu, maupun pemadaman secara mendadak dalam kurun waktu tertentu, maka konsumen sebagai pihak yang dirugikan harus berani mengajukan gugatan.

"Konsumen saat ini dihadapkan pada badan usaha yang tidak punya pesaing sehingga tidak memiliki posisi tawar yang menjadi hak pelanggan," katanya.

Dengan begitu, jika terjadi pemadaman listrik, maka yang bisa dilakukan konsumen hanya menyalakan lilin atau menghidupkan genset.

"Ini bukan solusi yang semestinya dilakukan konsumen karena seharusnya PLN dituntut pertanggungjawabannya," katanya.

Widijantoro mengatakan bahwa selama ini kinerja PLN juga tidak membaik dan tidak ada upaya memperbaiki pelayanan kepada konsumen.

"Selama ini PLN tenang-tenang saja dan tidak ada upaya melakukan perbaikan karena tidak ada gugatan dari konsumen. Penyadaran ini penting bagi para konsumen agar ada keseimbangan," katanya.

Kinerja PLN memang harus dibenahi secara serius, apalagi sebagai pihak penyedia layanan listrik, PLN berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

"Seharusnya sebelum menaikkan TDL, PLN membenahi dulu kinerjanya dengan serius dan ini harus tampak dalam pelayanan," katanya.

Apabila semua sudah transparan dan, baik fasilitas maupun pelayanan bertambah baik, serta tidak sering terjadi pemadaman listrik, maka barulah mereka bisa bicara kenaikan tarif.

"Sebab, jika tidak ada perbaikan pelayanan, berat bagi konsumen untuk menyetujui kenaikan tarif tersebut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau