Besok, Wapres Bertolak ke Roma

Kompas.com - 16/11/2009, 20:48 WIB

HONGKONG, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono, Selasa (17/11) pagi, meninggalkan Indonesia menuju Roma, Italia. Boediono akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Organisasi Pangan Dunia (FAO). KTT ini berlangsung dua hari, 18-19 November mendatang.

Inilah kunjungan ke luar negeri pertama yang dilakukan Boediono sejak ia dilantik sebagai Wapres RI mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 20 Oktober lalu. Demikian informasi yang diterima Kompas, Senin (15/11) malam, saat mendahului bersama rombongan Tim Advance Wapres, yang transit di Hongkong.

Boediono yang akan didampingi Ny Herawati Boediono, Menteri Pertanian Suswono, serta beberapa staf khusus dan Deputi Sekretaris Wapres direncanakan menggunakan pesawat khusus berpenumpang 11 orang, yakni jenis Bombardier Global 5000. Rombongan Wapres akan terbang ke Roma, melalui Dubai, Uni Emirat Arab.

Selain akan menyampaikan pidato soal pandangan Indonesia mengenai ketahanan pangan, Boediono juga akan mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Muhyiddin Yassin. Ia juga akan menerima kunjungan kehormatan Direktur Eksekutif World Food Program (WFP) Jossete Sheeran.

Kunjungi Vatikan

Sebelum bertemu dengan masyarakat Indonesia di Wisma Duta, Roma, Boediono menyempatkan kunjungan budaya ke San Pietro, Vatikan, Roma. Ia juga akan mengunjungi Collaseum, lokasi bekas bertarung para gladiator di zaman Romawi. Hari berikutnya, Boediono dijadwalkan melakukan kunjungan ke industri usaha kecil menengah (UKM), yaitu Pusat Kerajinan Keramik "Maioliche Originali Deruta (MOD)" di Deruta, Perugia.

Sambil santap siang, Boediono juga akan menerima 12 pimpinan perusahaan besar Italia satu per satu, sebelum melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Republik Italia Giorgio Napolitano di Istana Presiden.

Direncanakan, Wapres Boediono akan kembali terbang ke Tanah Air, Kamis (19/11) waktu setempat, dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (20/11) sore.

Dalam catatan Kompas, sejak terbentuknya Kabinet Indonesia Bersatu II, selain Wapres, Presiden Yudhoyono juga tercatat telah dua kali melakukan kunjungan ke luar negeri. Selain menghadiri KTT ASEAN di Hua Hin, Thailand Selatan, 24-26 Oktober lalu, Presiden baru-baru ini juga telah melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dan menghadiri KTT APEC di Singapura. Presiden Yudhoyono direncanakan akan mengunjungi Australia, New Zealand, dan Kopenhagen, akhir November dan pertengahan Desember untuk menghadiri KTT Perubahan Iklim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau