Pinisi nusantara

Pabrik Pinisi Kesulitan Bahan Baku

Kompas.com - 17/11/2009, 03:54 WIB

Tana Beru, Kompas - Galangan kapal tradisional Tana Beru, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, sebagai sentra pembuatan kapal pinisi mengalami krisis bahan baku. Sejumlah perajin pinisi, Senin (16/11), mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan baku kayu yang selama ini didatangkan dari Sulawesi Tenggara dan Kalimantan.

Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara dan Kompas saat ini ada di Tana Beru sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Selayar.

Safrudin (35), tukang perahu yang sedang menyelesaikan pinisi berbobot 50 ton, mengatakan, kiriman kayu sekarang sulit didapat. ”Katanya karena ada operasi illegal logging. Padahal, kayu merupakan bahan baku kapal tradisional Tana Beru,” kata Safrudin.

Bachri (33), putra Haji Jafar (73), tokoh masyarakat setempat, mengemukakan, akibat bahan baku kurang, sebagian perajin kapal ada yang pindah ke daerah lain. Ada yang pindah ke Batulicin, Kalimantan Selatan, agar mudah mencari bahan baku.

Beberapa lokasi ”batilang” , yaitu galangan kapal tradisional, di pantai Tana Beru, saat ini dalam kondisi kosong tidak ada kegiatan.

Warga menggunakan kayu Besi asal Sultra atau Kalimantan untuk lunas kapal. Perajin menggunakan kayu biti asal daerah setempat untuk rangka kapal dan kulit kayu dari Kalimantan untuk mencegah kebocoran kapal.

Sejumlah warga masih menyelesaikan kapal pesanan asing, seperti pinisi yang dipesan warga Singapura untuk wisata laut Singapura-Malaysia. Sebuah pinisi milik warga Belanda yang digunakan di Thailand juga sedang diperbaiki di Tana Beru.

Sri, pemilik warung di Tana Beru, mengaku, warung baksonya sepi karena bisnis pembuatan kapal tidak seramai biasanya. ”Kalau pembuatan kapal ramai, warung pasti penuh,” katanya.

Galangan kapal Tana Beru membuat kapal yang dilayarkan hingga ke Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika. (Ong)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau