MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 32 rumah habis dilalap api, menyusul kebakaran hebat yang melanda pemukiman pasar tradisional Pannampu Makassar, Senin (16/11) malam hingga Selasa (17/11) dini hari.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran yang berawal dari rumah kontrakan La Mure itu menyebabkan sekitar 270 jiwa warga kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo Makassar kehilangan tempat tinggal.
Api diperkirakan mulai beraksi sekitar pukul 21:05 Wita hingga Selasa, sekitar pukul 02.00 Wita. Setelah 10 unit, pemadam kebakaran diturunkan untuk menjinakkan kobaran api yang berada di tengah kawasan pasar tradisional Pannampu itu.
Salah satu saksi, Latief (43) menjelaskan, kepulan asap pertama kali terlihat dari lantai dua rumah kontrakan La Mure, kemudian merembes ke rumah yang berada di bagian kanan atau sebelah selatan pasar. Sebelum kebakaran, Latief melihat seorang pekerja perempuan La Mure berulang kali menaikan saklar meteran listrik PLN secara paksa, karena berulang saklarnya selalu turun.
"Tidak lama saya lihat kobaran api dari atas rumah disertai kepulan asap yang tebal. Warga sekitar pun panik, " sambungnya.
Ia menduga jika pasokan listrik untuk rumah kontrakan milik Haris ini tidak dapat memenuhi kebutuhan listrik semua mesin jahit kain Gorden La Mure, sehingga meteran listriknya selalu turun sehingga padam. "Ada ledakan dan api langsung tak terkendali," kata Mustafa, tetangga La Mure.
Lokasi kebakaran yang berada dalam lorong dan padat penduduk ini menyulitkan 10 unit petugas damkar menembus titik api dengan cepat. warga malah kesal karena menganggap petugas pemadaman dari Pemkot Makassar lambat.
Menurut warga, mobil damkar tiba sekitar satu jam api melalap rumah yang rata-rata terbuat dari kayu dan saling mengapit. Kemarahan warga kemudian dilampiaskan dengan melempar satu unit damkar dengan batu, hingga kaca depan Damkar tersebut pecah. Pelaku pelemparan ini kemudian di gelandang ke kantor kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Tallo untuk diperiksa.
Ketua Rukun Tetangga (RT) 4, Muhammad Arifin Rasyid memperkirakan kerugian rumah yang dihuni sebanyak 44 Kepala Keluarga ini ratusan juta rupiah. Ia mengharapkan adanya bantuan dari Pemkot Makassar secepatnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang