SHANGHAI, KOMPAS.com - Mempraktikkan bahasa asing dengan penutur asli memang sangat menyenangkan. Apalagi yang diajak berbincang- bincang adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Para mahasiswa di Shanghai, China, dengan antusias bertanya kepada Obama dengan bahasa Inggris yang bagus. Maaf sekali, bahasa China saya tidak sebaik bahasa Inggris Anda, tetapi saya mengharapkan kesempatan ini untuk dapat berdialog,” ujar Obama ketika mengawali kunjungannya Tidak hanya mahasiswa, Dubes AS untuk China juga mempergunakan kesempatan ini untuk mempraktikkan bahasa Chinanya. Didampingi seorang mantan misionaris Mormon untuk Taiwan, mereka berdua memperkenalkan Obama kepada para mahasiswa dengan bahasa China yang lancar. ”Saya tidak mengerti apa yang mereka katakan, tetapi saya harap mereka mengatakan hal-hal yang baik,” ujar Obama sambil tertawa. Para mahasiswa itu menanyakan berbagai macam hal kepada Obama, termasuk hal-hal yang agak sensitif, seperti sensor pada internet yang belum lama ini diperkenalkan di China, kepemimpinan global, serta isu mengenai Taiwan. Obama menjawab pertanyaan itu menggunakan bahasa Inggris diikuti penjelasan penerjemah ke dalam bahasa China sehingga para mahasiswa dapat memahami pernyataan Obama. Obama yang pernah menjadi seorang dosen itu mengatur penanya dengan adil. ”Saya akan menjawab pertanyaan dari mahasiswa laki-laki, kemudian dari mahasiswa perempuan. Demikian seterusnya sehingga adil,” katanya. ”Bagaimana, setuju. Saya akan mulai dengan gadis yang berada di depan,” lanjutnya. Ketika berkampanye, Obama juga menggunakan cara seperti ini untuk menjawab pertanyaan dari peserta. Ketika menjawab tentang penyensoran internet yang dilakukan Pemerintah China, Obama mengatakan, internet seharusnya terbuka. Dia juga mengakui dirinya bukan pengguna jejaring sosial Twitter. ”Saya selalu mendukung penggunaan internet secara terbuka. Saya pendukung internet tanpa sensor. Saya rasa semakin bebas arus informasi, semakin kuat pula masyarakat,” ujarnya lagi. ”Saya tidak pernah menggunakan Twitter. Saya tahu bahwa orang-orang muda sekarang ini sangat sibuk mengetik segala sesuatu mengenai hidup mereka pada perlengkapan elektronik. Kedua jempol saya ini terlalu kagok mengetik sesuatu di telepon,” ujar Obama sambil bercanda. Sejauh ini, ada 1,5 juta orang menjadi pengikut Twitter resmi Gedung Putih dan 2,7 juta orang mengikuti akun politik Barack Obama. Obama juga mengatakan, saat ini ratusan ribu orang di dunia dapat mengikuti apa yang terjadi di Gedung Ada lagi pertanyaan soal beda kultur. AS seharusnya tidak memaksakan kehendak dan pandangannya terhadap China. Obama menjawab, AS percaya ada prinsip-prinsip fundamental yang ada pada semua orang tanpa ada hambatan kultur. Bertemu saudaranya Dalam kunjungannya ke negara Tirai Bambu itu, Obama bertemu dengan saudara seayahnya, Mark Ndesandjo. Ndesandjo dan istrinya yang orang China sudah berada di Beijing dari rumahnya di Shenzen sejak akhir pekan lalu. Ndesandjo mengatakan kepada kantor berita China, Xinhua, bahwa dia ingin memperkenalkan istrinya yang berasal dari Provinsi Henan kepada Obama. ”Istri saya pengagum berat Obama,” ujar Ndesandjo, anak ayah Obama dengan istri ketiganya, Ruth Nidesand. Ndesandjo telah tujuh tahun tinggal di China dan lancar berbahasa China. ”Saya hendak mengatakan kepada saudara saya dan rakyat AS agar memandang China sebagai saudara,” ujarnya beberapa waktu lalu