Penjualan BMW Tumbuh 15 Persen Selama 2009

Kompas.com - 17/11/2009, 07:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama 10 bulan 2009, penjualan BMW tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal itu disampingkan oleh BMW dalam rilisnya.  

“Naiknya penjualan BMW memperlihatkan pertumbuhan segmen mobil premium di Indonesia. Ini akan memperkuat posisi Indonesia seperti negara lain yang mengalami pertumbuhan pesat, yaitu China, India dan Brasil,” jelas Ramesh Divyantahan, Presdir BMW Indonesia.

Sampai akhir Oktober 2009, penjualan BMW tahun ini sudah mencapai 708 unit. Prestasi tersebut sudah mencapai total penjualan 2008, 720 unit. “Inilah yang memberikan keyakinan, tahun ini penjualan kami bisa lebih baik dari tahun lalu. Tentu saja kami akan lebih bersemangat menuju ke 2010,” lanjut Ramesh.

Dari seluruh produk yang dipasarkan BMW, Seri-7 mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Total penjualannnya sudah mencapai 43 unit. Masing-masing 38 unit 750 Li dan 740 Li. Prestasi itu sekaligus memposisikan Seri-7 sebagai mobil mewah seharga di atas Rp 2 miliar terlaris.

Ditambahkan, penjualan Seri-7 akan makin bisa lebih tinggi lagi dengan peluncuran tipe 730Li dengan harga di bawah Rp miliar. “Kita ingin menjangkau konsumen makin dekat lagi melalui harga,” tambah Ramesh.

Untuk Seri-5, dengan adanya 530i plus 523i, jumlah unit yang telah terjual mencapai 186 unit. “Berarti pertumbuhannya 39 pesen dibandingkan periode yang sama pada 2008. Sedangkan Seri-3, penjualannya telah mencapai 409 unit atau naik 28 persen. Ini juga telah melewati total penjualan selama 2008,” beber Ramesh.

Ternyata, di tengah krisis ekonomi, jumlah orang kaya juga bertambah!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau