LONDON, KOMPAS.com — Sebuah kapal tanker bermuatan bahan kimia milik Virgin Islands bersama 28 awak berkewarganegaraan Korea Utara dibajak perompak Somalia di Seychelles, Senin. Pasukan angkatan laut multinasional di kawasan itu mengatakan kejadian tersebut, Selasa (17/11).
Pihak kapal Angkatan Laut Uni Eropa, EU Navfor, mengatakan, kapal tanker berbobot 22.294 ton itu, MV Theresa VIII, dibajak pada Senin kemarin di selatan Somalia, sekitar 180 mil laut dari barat daya Seychelles. Kapal tanker itu, yang berangkat dari Singapura, sedang menuju Mombasa, tetapi kemudian berbalik arah dan sekarang sedang menuju ke utara, kata pihak EU Navfor.
Serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Seychelles meningkat beberapa minggu terakhir saat pembajak Somalia meluaskan daerah perburuan mereka demi menghindari patroli angkatan di perairan yang biasa disebut sebagai tanduk Benua Afrika itu.
Sementara itu, dari Somalia dilaporkan bahwa para pembajak yang menahan sebuah kapal ikan Spanyol bersama 36 awaknya sedang bersiap untuk melepaskan kapal itu setelah pemerintah Spanyol berjanji akan membayar uang tebusan senilai 3,5 juta dollar AS. Alakrana, sebuah kapal bermuatan ikan tuna, dibajak perompak Somalia di Samudra India, 2 Oktober lalu.
"Kebanyakan teman-teman kami telah meninggalkan kapal Spanyol itu. Kami mungkin akan membebaskan kapal itu hari ini," kata salah seorang pembajak, yang menyebut namanya Nor, kepada Reuters via telepon dari sebuah kota Haradheere. Nor sedang menunggu teman-temannya kembali ke pantai.
"Perjanjian antara kami dengan Spanyol tampaknya memuaskan dan kami berharap akan berakhir dengan aman," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang