Perompak Somalia Bajak Tanker Virgin Islands

Kompas.com - 17/11/2009, 18:00 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Sebuah kapal tanker bermuatan bahan kimia milik Virgin Islands bersama 28 awak berkewarganegaraan Korea Utara dibajak perompak Somalia di Seychelles, Senin. Pasukan angkatan laut multinasional di kawasan itu mengatakan kejadian tersebut, Selasa (17/11).

Pihak kapal Angkatan Laut Uni Eropa, EU Navfor, mengatakan, kapal tanker berbobot 22.294 ton itu, MV Theresa VIII, dibajak pada Senin kemarin di selatan Somalia, sekitar 180 mil laut dari barat daya Seychelles. Kapal tanker itu, yang berangkat dari Singapura, sedang menuju Mombasa, tetapi kemudian berbalik arah dan sekarang sedang menuju ke utara, kata pihak EU Navfor.

Serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Seychelles meningkat beberapa minggu terakhir saat pembajak Somalia meluaskan daerah perburuan mereka demi menghindari patroli angkatan di perairan yang biasa disebut sebagai tanduk Benua Afrika itu.

Sementara itu, dari Somalia dilaporkan bahwa para pembajak yang menahan sebuah kapal ikan Spanyol bersama 36 awaknya sedang bersiap untuk melepaskan kapal itu setelah pemerintah Spanyol berjanji akan membayar uang tebusan senilai 3,5 juta dollar AS. Alakrana, sebuah kapal bermuatan ikan tuna, dibajak perompak Somalia di Samudra India, 2 Oktober lalu.

"Kebanyakan teman-teman kami telah meninggalkan kapal Spanyol itu. Kami mungkin akan membebaskan kapal itu hari ini," kata salah seorang pembajak, yang menyebut namanya Nor, kepada Reuters via telepon dari sebuah kota Haradheere. Nor sedang menunggu teman-temannya kembali ke pantai.

"Perjanjian antara kami dengan Spanyol tampaknya memuaskan dan kami berharap akan berakhir dengan aman," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau