Tunggu Boaz, Indonesia Rancang Serangan Maksimal

Kompas.com - 17/11/2009, 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dolo (Bendol) ingin memainkan tiga penyerang saat untuk memperbesar peluang mencetak gol dan menang saat menghadapi Kuwait di leg kedua Prapiala Asia 2011, di gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (18/11). Untuk itu, ia sangat mengharapkan Boaz Solosa segera pulih dari cedera otot paha.

Menurut Bendol, di Jakarta, Selasa (17/11), ia berniat memainkan Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, dan Boaz Solosa di lini depan. Budi dan Bambang bisa bermain, namun kehadiran Boaz masih menunggu hasil tes, Selasa (17/11) malam ini.

"Boaz masih 50-50. Ia akan dites untuk melihat apakan mampu tampil atau tidak. Ada kemungkinan, saya akan memainkan Budi, Bambang, dan Boaz. Namun, itu hanya mungkin bila Boaz sudah pulih," tandasnya.

Bendol dan Indonesia memang sedang membutuhkan pemain-pemain terbaiknya. Pasalnya, untuk menjaga peluang lolos ke babal selanjutnya, Indonesia harus menang atas Kuwait.

Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat klasemen Prapiala Asia Grup B dengan dua poin. Indonesia kalah lima angka dari Australia di peringkat pertama dan empat angka dari Kuwait di tempat kedua.

Saat ini, selain Boaz, masih ada dua pemain yang masih mengalami cedera, yaitu Firman Utina dan Isnan Ali. Keduanya sama-sama mengalami cedera tumit. (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau