Walah... BKT Molor Lagi?

Kompas.com - 17/11/2009, 21:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Pitoyo Subandrio ragu jika banjir kanal timur (BKT) bakal tembus ke laut pada akhir Desember 2009. Sebab, ternyata masih ada sejumlah persoalan ganti rugi tanah seluas total lebih dari 5 hektar yang belum selesai.

”Kalau kami menggali, nanti yang muncul persoalan pelanggaran HAM. Kami harus berhati-hati. Ini proyek 100 harinya Pak SBY,” ucapnya saat dihubungi Selasa (17/11) malam.

Pitoyo kemudian mengingatkan pernyataannya bahwa pada akhir Desember 2009 BKT sudah bisa tembus ke laut terealisasi bila tidak ada persoalan ganti rugi tanah.

Ia menjelaskan, masih ada enam bidang tanah yang proses ganti ruginya belum tuntas. Dua bidang tanah milik Trisna Hidayat dan Khumar Singh sepanjang 350 meter lari atau sekitar 3,5 hektar di ruas Ujung Menteng, sekitar perbatasan Jakarta Timur (Jaktim) dan Bekasi, atau tepatnya di Trase 120-121 dan di Trase 122-123.

Bidang tanah ketiga milik LW Sinaga sepanjang 100 meter lari atau sekitar 3.000 meter persegi di kawasan Pondok Kopi, Jaktim, tepatnya di Trase 169. Bidang tanah keempat milik Haji Manaf dengan luas sekitar 5.000 meter persegi di Trase 214.

Bidang tanah kelima milik Haryanto Halim di kawasan Bhumyanka, Raden Inten, Jaktim, sepanjang 150 meter lari atau sekitar 7.500 meter persegi di Trase 255-256.

Bidang tanah keenam milik Napitupulu sepanjang 40-50 meter lari atau sekitar 100 meter persegi di Trase 285 yang terletak antara Rumah Sakit Duren Sawit dan Rumah Makan McDonald, Jaktim.

Pada bagian lain Pitoyo menjelaskan, pemindahan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) baru akan dilakukan bila sudah terpasang pengganti SUTET. Pengganti SUTET akan dipasang pada Rabu (2/12).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau