Hujan Buatan PLN di Mamasa Gagal

Kompas.com - 18/11/2009, 00:15 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com - Program hujan buatan yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) gagal.

Humas PT PLN Cabang Mamuju H Sangkala di Mamuju, Selasa (17/11), mengemukakan, hujan yang disemai tidak turun-turun juga di Kabupaten Mamasa ditetapkan menjadi lokasi hujan buatan. "Hujan tersebut justru terjadi di Kabupaten Mamuju. Karena itulah, program ini bisa dikatakan gagal, karena sejak sebulan lalu belum membawa dampak yang besar bagi kondisi kelistrikan," ujarnya.

Jika hujan buatan berlangsung dengan baik, tentunya sudah ada penambahan debit air yang masuk (inflow) pada daerah aliran sungai (DAS) Mamasa yang menyuplai air untuk PLTA Bakaru. Ia juga menyesalkan tidak adanya koordinasi dari pihak BPPT dengan PT PLN Cabang Mamuju mengenai perkembangan dari program hujan buatan tersebut.

"Pihak BPPT hanya memberikan informasi kepada kami untuk menunggu hingga bulan Desember mendatang," ujarnya.

Ia mengatakan, meskipun harus menunggu, seharusnya ada koordinasi mengenai kondisi terakhir di DAS Mamasa yang menjadi sumber air bagi PLTA Bakaru. Melalui koordinasi inilah, lanjutnya, pihak PT PLN Cabang Mamuju bisa menentukan langkah yang perlu ditempuh selama pemadaman listrik berlangsung.

Ia mengaku, warga yang ada di Mamuju sudah berulang kali menanyakan mengenai kondisi kelistrikan yang ada di wilayah itu.
Namun ia tidak memberikan penjelasan secara mendetail kepada masyarakat karena tidak adanya informasi dari pihak BPPT.

Menurut dia, penurunan inflow PLTA Bakaru bukanlah satu-satunya penyebab berkurangnya daya listrik, melainkan juga kerusakan di beberapa pembangkit. "Daripada dana program hujan buatan terbuang begitu saja, lebih baik digunakan untuk perbaikan beberapa pembangkit listrik yang rusak," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau