Pendapatan Toyota Indonesia Rp 20 Triliun Lebih

Kompas.com - 18/11/2009, 07:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai pemegang tampuk pimpinan pangsa pasar otomotif nasional, total pendapatan atau revenue PT Toyota Astra Motor sepanjang 2009 diprediksi akan mencapai Rp 20 triliun, bahkan lebih. Target penjualan unit tahun ini merefleksikan pendapatan salah satu anak usaha PT Astra International Tbk tersebut.

Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan, revenue perusahaan tahun ini tetap lebih sedikit dari tahun lalu. Penurunan pasar mobil nasional tentu ikut menyusutkan pendapatan.

"Coba dihitung saja, sampai akhir tahun kita prediksi penjualan akan mencapai 186.000 unit. Kalau satu mobil rata-rata Rp 125 juta per unit, coba dikalikan. Kalau Rp 20 triliun saja pasti lebih," papar Johnny, Selasa (17/11) di Jakarta.

Tahun lalu, total penjualan Toyota di pasar domestik mencapai 212.000 unit. Jika target tahun ini 186.000 unit, maka terjadi penurunan sebesar 15 persen. Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari hingga Oktober 2009, penjualan Toyota anjlok 13,3 persen menjadi 150.312 unit dibanding periode sama tahun lalu (year on year) sebesar 173.393 unit.

Wakil Presiden Direktur TAM Shinji Fuji menambahkan, volume penjualan diperkirakan meningkat seiring dengan bergairahnya pasar. Namun, ini dengan catatan tidak ada kenaikan pajak seperti yang diagendakan pemerintah. "Penjualan 2010 bisa di atas 200.000 unit atau bahkan bisa menyamai hasil 2008. Kita masih lakukan kalkulasi," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau