JAMBI, KOMPAS.com - Pemadaman listrik bergilir di wilayah Jambi dipastikan masih akan terus berlanjut beberapa waktu ke depan. PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan Cabang Jambi belum bisa memastikan kapan pasokan istrik normal kembali sehingga tidak ada lagi pemadaman. Pemadaman listrik bergilir membuat masyarakat merasa dirugikan.
"Jambi masih defisit 30 megawatt karena sedang ada perbaikan di tiga PLTU dalam jaringan interkoneksi pulau Sumatera. Belum bisa dipastikan kapan perbaikan itu akan selesai sehingga pasokan listrik normal," ungkap Humas PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan (S2) Cabang Jambi H Tambunan, Rabu (18/11) di Jambi.
Tiga PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang sedang dalam perbaikan yaitu PLTU Tarakan, Lampung; PLTU Ombilin Sumatera Barat; dan PLTU Bukit Asam, Palembang. Pemadaman bergilir di Jambi sudah terjadi sejak bulan Mei 2009 meliputi wilayah Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Muara Bulian dan Muara Jambi. "Daerah ini merupakan wilayah cakupan PT PLN (Persero) Wilayah S2 Cabang Jambi. Pemadaman bergilir dilakukan dua jam per hari. Kami memberlakukan jadwal pemadaman dengan membagi menjadi beberapa wilayah," ucap Tambunan.
Tambunan mengatakan, dengan sistem interkoneksi yang terhubung dari Aceh sampai Lampung, pembangkit listrik Payo Selincah, Jambi yang menghasilkan 60 MW juga ikut menyuplai listrik di luar Jambi. "Jambi memiliki tujuh mesin pembangkit yang beroperasi. Itupun kami tidak tahu kalau suatu waktu ada yang butuh perbaikan," katanya.
Dengan defisit listrik mencapai 30 MW tersebut maka yang bisa tersalurkan hanya sebesar 95 MW. Padahal, beban puncak listrik di Jambi mencapai 125 MW. "Beban listrik itu semakin bertambah karena adanya perkembangan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Jambi. Ada pemadaman karena beban melebihi suplai," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang