ROMA, KOMPAS.com - Di sela-sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Ketahanan Pangan Dunia (World Food Summit), Wapres Boediono, tak hanya menemui Sekretaris Jenderal Organisasi Pangan Dunia (Food Agriculture Organisarion/FAO) Jacques Diouf. Akan tetapi, juga menemui Direktur Eksekutif World Food Program (WFP) Jossete Sheeran.
Pertemuan dilakukan di markas besar FAO di San Moreno, pusat kota Roma, Italia, Rabu (18/11) siang waktu setempat.
Karena kedua pertemuan itu tertutup, belum diperoleh informasi mengenai hasil pembicaraan. Boediono hanya tersenyum saat disapa pers yang menyertai kunjungannya ketika akan bertemu dengan Jossete Sheeran. Dari informasi yang diterima Kompas, Boediono akan membahas upaya mengatasi krisis pangan dunia dari sudut pandang dunia.
WFP merupakan organisasi program bantuan tanggap darurat yang dibentuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 1963. Badan ini memiliki perwakilan di 80 negara yang aktif memberikan bantuannya ke wilayah-wilayah konflik, transisi dan rawan pangan.
Dalam pertemuan itu, Boediono hanya didampingi Menteri Pertanian Suswono dan Duta Besar RI di Italia Mohammad Omar serta Sekretaris Wapres Tursandi Alwi.
Dari laporan FAO, hingga saat ini tercatat masih ada sekitar 1 miliar lagi manusia di muka bumi ini yang masih menderita kelaparan. Padahal, target FAO sebagaimana dituangkan dalam Millenium, Development Goals (MDGs) pada tahun 2015, masyarakat dunia tidak boleh lagi ada kelaparan dan kekurangan nutrisi.
Menurut laporan tertulis Jossete Sheeran, untuk mengatasi krisis pangan dunia, WFP setiap tahunnya mengirimkan makanan dan nutrisi tambahan melalui 5.000 truk, 70 pesawat terbang dan 30 kapal laut ke berbagai belahan dunia yang penduduknya masih kelaparan.
Sebanyak 1 miliar manusia di muka bumi yang kesulitan mendapatkan makanan itu, termasuk juga anak-anak dan bayi yang harus dibantu makanan dan nutrisis tambahan, penderitaan akibat konflik, menderita penyakit TBC, kolera, dan kematian bayi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang