Yonathan/Rian Susul Kido/Hendra dan Bona/Ahsan

Kompas.com - 18/11/2009, 21:42 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putra Pelatnas Cipayung Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan tak menemui kesulitan meraih tiket ke babak kedua China Terbuka Super Series. Pada laga perdananya di turnamen berhadiah 250.000 dollas AS ini, Rabu (18/11), finalis Jepang Terbuka tersebut menang straight set 21-13, 21-17 atas ganda Malaysia Choong Tan Fook/Lee Wan Wah.

Dengan demikian, tiga ganda putra Pelatnas Cipayung bisa melewati ujian pertamanya di turnamen ini. Unggulan ketiga Markis Kido/Hendra Setiawan yang lebih dulu memastikan diri ke babak kedua, disusul Bona Septano/Muhammad Ahsan, setelah menyingkirkan seniornya yang non-Pelatnas, Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Selanjutnya, Yonathan/Rian bertemu dengan Guo Zhendong/Xu Chen. Pasangan China ini lolos tanpa harus mengeluarkan keringkat karena lawan sekaligus kompatriotnya yang merupakan unggulan kelima, Cai Yun/Fu Haifeng, tidak bisa tampil di turnamen ini karena masih dibekap cedera.

Yonathan/Rian yang menjadi wakil Indonesia terakhir yang tampil pada hari pertama ini, masih terlalu tangguh bagi Choong/Lee. Terbukti, dalam duel selama 23 menit ini mereka yang paling dominan dan perolehan poinnya tak pernah terkejar.

Di set pertama, Yonathan/Rian dengan cepat melejit selepas skor 1-1. Pasangan Malaysia tersebut hanya sempat memangkas perbedaan poinnya menjadi 9-11, sebelum Yonathan/Rian kembali berlari kencang sampai menyelesaikan set pertama dengan 21-13.

Pada set kedua, Choong/Lee yang berusaha bangkit untuk meraih kemenangan, sempat memberikan perlawanan gigih. Namun perjuangan pasangan Malaysia ini hanya sampai skor 3-3, karena setelah itu mereka kembali harus jauh tertinggal dan menyerah 17-21. Yonathan/Rian pun maju ke babak kedua.

Secara keseluruhan, pada hari pertama China Terbuka ini Indonesia meloloskan dua tunggal putra, yaitu Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro. Simon yang merupakan unggulan ketujuh menang 23-21, 21-14 atas pemain Republik Ceko Petr Koukal, dan akan menghadapi pemain Inggris Carl Baxter, yang menang 21-11, 21-14 atas pemain Taiwan Chi Yuan Lu. Sementara itu Sony yang merupakan unggulan kedelapan, bertemu pemain India Bhat Arvind, yang menang 21-18, 21-16 atas pemain Korea Selatan Shon Wan Ho.

Di sektor tunggal putri, Indonesia hanya tinggal mengandalkan Maria Kristin Yulianti, setelah Adriyanti Firdasari menyerah 17-21, 14-21 dari pemain Jepang Hirose Eriko. Maria Kristin lolos setelah menang 21-17, 21-11 atas pemain Thailand Porntip Buranaprasertsuk. Tetapi di babak kedua, peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini akan bertemu lawan tangguh, yaitu pemain China Wang Shixian, yang menang 21-12, 19-21, 21-12 atas unggulan kelima dari Perancis Pi Hongyan.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, Indonesia juga hanya meloloskan "pengantin baru" Pelatnas, yaitu Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir, yang menang 21-9, 21-11 atas pasangan Selandia Baru Haliday Donna/Tam Henry. Di babak kedua, Devin/Liliyana bertemu ganda Korea Selatan Shin Baek Cheol/Kim Min Jung, yang lolos setelah unggulan kelima dari India Valiyaveetil Diju/Gutta Jwala mundur di set kedua dalam skor 21-9, 11-3 untuk keunggulan Shin/Jung.

Di samping itu, masih ada mantan pemain Pelatnas, Flandy Limpele, yang berpasangan dengan pemain Taiwan Cheng Wen Hsing. Di babak kedua, pasangan gado-gado ini bertemu unggulan pertama dari Korsel Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, yang menyingkirkan ganda campuran Pelatnas Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet, dengan straight set 21-11, 21-14.

Seperti di Hongkong Terbuka pekan lalu, pada turnamen ini juga Indonesia tidak mengirim wakil untuk nomor ganda putri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau