Preeklamsia Picu Gangguan Tiroid

Kompas.com - 19/11/2009, 09:53 WIB

KOMPAS.com - Preeklamsia adalah gejala terjadinya hipertensi pada masa kehamilan. Kondisi ini tidak hanya membahayakan nyawa ibu dan janin, namun juga bisa menyebabkan gangguan tiroid di kemudian hari.

Para ahli dari Amerika Serikat dan Norwegia dalam laporan yang dimuat dalam British Medical Journal (BMJ) menyarankan agar ibu hamil yang menunjukkan gejala preeklamsia untuk melakukan pemeriksaan tiroid sebagai prosedur standar, seperti halnya pemeriksaan fungsi jantung dan ginjal.

Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu dan terletak di bagian bawah leher. Kelenjar ini mengeluarkan hormon yang disebut tiroksin. Kelenjar tiroid bertugas mengontrol tubuh dalam produksi hormon dan pembakaran energi yang akan membantu mengatur detak jantung, tekanan darah, serta suhu tubuh.

Fungsi kelenjar tiroid yang meningkat disebut dengan hipertiroid yang bisa menimbulkan rasa lelah, lemah, dan depresi. Hipertiroid yang lama juga bisa menyebabkan kelainan jantung. Denyut jantung menjadi lebih cepat.

Studi teranyar menemukan wanita yang mengalami preeklamsia saat hamil memiliki risiko lebih besar menderita gangguan tiroid di kemudian hari. Hal ini dibuktikan lewat tes tiroid yang dilakukan para ahli pada 280 ibu hamil yang separuhnya menderita preeklamsia.

Para ahli menemukan adanya peningkatan kadar hormon yang dilepas oleh tiroid dialami oleh ibu hamil yang menderita preeklamsia. Dampaknya memang baru terlihat di kemudian hari atau pada akhir masa kehamilan.

Penelitian serupa juga dilakukan para ahli dari Norwegia yang menganalisa data 7.000 wanita yang melahirkan anak pertama di akhir tahun 1960-an dan kemudian melakukan tes fungsi tiroid di pertengahan tahun 1990-an. Hasilnya, wanita yang menderita preeklamsia saat hamil 1,7 kali lebih besar menunjukkan gejala hipertiroid dibanding yang tidak menderita preeklamsia.

Para ahli menduga preeklamsia menyebabkan peningkatan protein tertentu dalam darah ibu hamil yang menyebabkan terhambatnya suplai darah ke jaringan tiroid.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau