Bibit-Chandra Siap jika Tetap ke Pengadilan

Kompas.com - 19/11/2009, 12:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, mengaku siap dengan segala keputusan yang akan diambil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terhadap kasus mereka. Apa pun keputusan, keduanya akan tetap menjalani.

"Apa pun siap," ucap Bibit seusai menjalani wajib lapor di Bareskrim Mabes Polri. Sedangkan Chandra menjawab, "Yah kalau itu memang yang mesti berjalan kita jalani aja," ucap dia, Kamis (19/11).

Hal itu dikatakan mereka ketika dimintai tanggapan jika Kejagung tetap memutuskan untuk melimpahkan berkas perkara keduanya ke pengadilan untuk disidangkan. Bibit tetap meyakini bahwa kasus yang ia dan Chandra alami hasil rekayasa terbukti dari rekaman sadapan yang telah diperdengarkan di MK.

Sedangkan Chandra ketika ditanya mengenai Kejagung yang seakan memaksakan kasus mereka, ia menjawab, hal itu hak Kejagung. "Kasus itu sebenarnya enggak ada, tapi diadakan. Itu rekayasa namanya. Baca (transkip rekaman), dengar (rekaman) yah dari MK itu (Mahkamah Konstitusi). Itu sesuai dengan kenyataan. Aku enggak berbuat, terserah," jelas Bibit.

Salah satu kuasa hukum Bibit-Chandra, Ahmad Rifai, mengatakan, tim kuasa hukum menyakini bahwa proses hukum klien dia nantinya tidak akan dilanjutkan. Keyakinan itu jika melihat rekomendasi akhir Tim Pencari Fakta yang telah diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat ini Jaksa Agung dan Kapolri sedang mempelajari rekomendasi tersebut.

"Pasti nanti akan berhenti. Nanti pasti (Kejagung) akan SKP2 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan)," tegas dia.

Seperti diberitakan, berkas perkara Chandra dinyatakan sudah lengkap oleh Kejagung, tetapi belum diputuskan akan meneruskan perkara ke pengadilan atau tidak. Sedangkan berkas perkara Bibit masih diperiksa oleh Kejagung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau