Ibu Hamil Tak Boleh Cabut Gigi?

Kompas.com - 19/11/2009, 15:38 WIB

KOMPAS.com — Gigi yang berlubang tentu memicu rasa tak nyaman dan jadi biang keladi sakit gigi. Padahal, mulut merupakan pintu gerbang asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan ibu dan janin. Karena itulah, gigi yang sehat dan terawat sangat penting untuk ibu hamil.

Sayangnya, tak semua ibu hamil memiliki kesehatan dan kebersihan gigi yang baik sehingga lebih rentan infeksi. Pada kondisi ini gigi akan lebih mudah berlubang dan membutuhkan perawatan lanjutan. Lantas, kalau sedang hamil, bolehkah menambal dan mencabut gigi?

"Pada prinsipnya, kalau gigi masih bisa dirawat, sebaiknya dirawat dulu. Namun, kalau sudah rusak dan perlu dicabut, boleh saja," kata dr Boy Abidin, Sp OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Meski demikian, menurut Boy, dokter gigi akan menyesuaikan tindakan dan pemberian obat agar tidak mengganggu kesehatan janin.

Boy menambahkan, biasanya dokter akan memberikan obat pereda kontraksi untuk menekan risiko kontraksi akibat proses pencabutan gigi. "Saat pencabutan juga ada risiko perdarahan, tetapi hal ini bisa diatasi dengan obat antipendarahan yang aman untuk janin," katanya.

Penggunaan anastesi untuk ibu hamil juga akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu. Demikian juga dengan pemberian antibiotik dan analgetik pascapencabutan untuk menghindari infeksi. "Sekarang sudah banyak obat yang dikhususkan untuk ibu hamil dan aman," katanya.

Tindakan pencabutan dan penambalan gigi juga boleh dilakukan oleh ibu hamil sepanjang masa kehamilannya. "Daripada menahan sakit selama hamil yang akhirnya menyebabkan asupan nutrisi terganggu, lebih baik rawat gigi, termasuk juga bila perlu dicabut," kata Boy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau